Program MBG Mulai Direalisasikan di Karawang, Budiman Sudjatmiko : Kurangi Angka Kemiskinan

Kepala Badan Percepatan Pe ngentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko berdialog dengan siswi SMK Bhineka Karawang terkait pembagian MBG di sekolah tersebut.

KARAWANG – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, meninjau langsung pelaksanaan pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bhineka, Karawang yang berlokasi Jalan Kertabumi, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Senin (6/1/2025). Di sekolah tersebut dibagikan 916 paket MBG yang disajikan dalam baki stainless.

Pada tahap awal pembagian MBG di Karawang dilaksanakan di dua sekolah. Beberapa jam sebelumnya MBG dibagikan kepada para siswa SDN Karawang Kulon II sebanyak 1464 paket yang berisi nasi, ayam kecap, tumis buncis, dan pisang.

Dalam kesempatan itu Budiman Sudjatmiko menjelaskan, pembagian MBG merupakan bagian dari program perpercepatan penuntasan kemiskinan. “Kami datang ke sini untuk menyaksikan aktivasi program makan bergizi gratis dari pemerintah. Program ini merupakan inisiatif dari Bapak Prabowo Subianto,” katanya.

Menurutnya, program semacam itu di beberapa negara pernah dan masih dijalankan. Namun dalam skala sebesar baru ada Indonesia.

“Di Indonesia nantinya akan ada 82 juta orang tiap hari diberi makan gratis. Bukan hanya cuma-cuma, makanan yang dibagi dari senin hingga jumat itu dipastikan bergizi,” kata Budiman.

Budiman meyakinkan, pembagian MBG diyakini akan melahirkan anak-anak yang cerdas. Generasi ini diharapkan bisa membawa Indonesia sebagai negara maju dan bebas korupsi.

Dijelaskan Budiman, pembagian MBG selain akan melahirkan generasi muda yang cerdas juga akan menghidupkan ekonomi lokal.

Sebab, lanjut dia, melalui program MBG akan banyak produk pertanian dan peternakan rakyat yang terserap oleh penyedia MBG. “Para peternak sapi, ayam pedaging dan petelur juga petani buncis, kacang panjang, dan cabe yang diproduksi petani lokal Karawang akan dibeli oleh penyedia MBG,” ujar Budiman.

Dia meyakini, setelah program MBG jalan sepenuhnya akan bakal ada peternak-peternak dan petani-petani baru di semua desa. Disebutkan, jika di Indonesia ada 75000 desa, maka harus tersedia 30 hektare sawah dan lahan kebun baru guna memenuhi kebutuhan pokok bahan MBG.

Selain itu, bakal dibuat 60.000 kandang sapi dan ayam baru yang bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 500.000 orang. Belum lagi akan dibangun 2000 lumbung pangan di setiap kecamatan di Indonesia.

“Dampak MBG akan sangat luar biasa. Selain tercapai swasembada akan muncul sumber daya manusia yang berkualitas dan menurunkan angka pengangguran. Paling tidak akan beredar uang sebesar Rp 8 miliar per tahun di setiap desa,” ucapnya.

Masih kata Budiman, jika program MBG berjalan lancar, anggaran negara bisa hemat Rp460 triliun per tahun. Dan jika bahan pokok MBG bisa dipenuhi oleh industri lokal, maka penghematan uang negara ditambah lagi sebanyak Rp200 triliun.

Sementara itu, Pejabat Kantor Komunikasi Kepresidenan, Ricky Tamba menyebutkan, program pemberian MBG mulai dilaksanakan serentak di indonesia. Namun untuk sementara baru bisa dilakukan di 190 titik, termasuk 2 titik di Karawang.

“Tujuan pembagian MBG bukan hanya untuk memenuhi janji kampanye, tapi lebih dari itu untuk menciptakan generasi muda yang cerdas dan sehat demi mewujudkan indonesia emas tajun 2045,” katanya.

Disebutkan pula, MBG bukan hanya langkah mencerdaskan anak bangsa, tapi bagaimana ekonomi pasar terus bergerak dan perputaran uang berjalan signifikan. Sebab, para penyedia MBG dipastikan setiap hari akan berbelanja produk-produk pertanian dan peternakan.(red) 

Baca juga