PPP Karawang Bersyukur Regulasi Pelaksana UU Pesantren telah diterbitkan Presiden Jokowi

KARAWANG-Ketua DPC PPP Kabupaten Karawang, Hj. Lina Sugiharti, SE. bersyukur karena Undang-Undang (UU) Pesantren yang semula diinisiasi oleh PPP,  kini telah dilengkapi dengan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai regulasi pelaksana undang-undang tersebut.

“Alhamdulillah Presiden Jokowi telah menandatangani Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggara Pesantren. Di dalamnya diatur soal dana abadi dan anggaran Pemerintah untuk Pesantren,” ucap Hj. Lina, Sabtu (18/9/2021)

Ketua DPC PPP Kabupaten Karawang, ini pun mengungkapkan perjalanan peraturan presiden yang diinisiasi partainya melalui Fraksi PPP (F-PPP) DPR RI.

“Itu dimulai pada 2013. Fraksi PPP mengusulkan RUU Pendidikan Pesantren dan RUU Pendidikan Madrasah Diniyan untuk masuk Prolegnas (Program Legislasi Nasional),” kata Hj. Lina.

Kemudian, sambungnya, pada 2015 Fraksi PPP mengajukan naskah akademis dan RUU dengan judul ‘RUU Lembaga Pendidikan Diniyah dan Pesantren. Selanjutnya, Komisi VIII DPR mengusulkan RUU Pengelolaan Perguruan Tinggi Agama.

“Pembahasan di Baleg berkembang, usulan bahwa RUU ini harus mencakup semua pendidikan agama, bukan hanya khusus pendidikan Islam. Maka, semua usulan digabung menjadi ‘RUU Lembaga Pendidikan Agama’ dan masuk Prolegnas 2015-2019 nomor 109,” paparnya.

“Pada 2017 Fraksi PPP menerima audiensi dari Forum Pesantren Muadakah terkait dengan RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan,” tutur dia.

“RUU ini dianggap sebagai langkah konkrit memperkuat Peraturan Menteri Agama nomor 18 tahun 2014 tentang Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren,” terangnya.

Setelah itu, sambung Ketua DPC PPP Kabupaten Karawang, di 2017, Fraksi PPP mengadakan Fokus Group Discussion (FGD) untuk mempertajam pemahaman tentang RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

Di tahun itu pula disepakati RUU tersebut masuk dalam daftar Prolegnas Prioritas 2017 nomor urut 43, yakni RUU tentang Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren.

“Ini menjadi momentum positif bagi F-PPP yang sejak 2013 mengusulkan RUU tersebut,” imbuhnya.

Selanjutnya, Badan Keahlian DPR RI (BKD) bersama Fraksi PPP DPR RI dalam menyusun Draft RUU dan Naskah Akademik telah melakukan penelitian lapangan ke beberapa daerah, antara lain, Aceh, Sulawesi Utara, Sumatera Barat dan Jawa Timur.

“Di 2018 Baleg diputuskan menjadi RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Alhamdulillah, hari ini disahkan, perjuangan PPP untuk membuat payung hukum bagi pesantren dan pendidikan berbasis agama akhirnya tuntas,” pungkasnya.

Atas UU Pesantren tersebut, atas usulan PPP juga kemudian Presiden Jokowi telah menandatangani Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggara Pesantren. Biar semua pihak paham dan mengetahui perjalanan Partai kami PPP mengawal UU pesantren sampai adanya PerPres ini, agar tidak salah kesiapa diberikan apresiasinya karena kami lihat banyak tetangga yang mengklaim itu adalah hasil karyanya.(red)

Baca juga

Leave a Comment