Polres Karawang Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Penganiayaan Wartawan

KARAWANG-Kepala Kepolisian Resor Karawang Ajun Komisaris Besar Aldi Subartono mengaku telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus penculikan dan penganiayaan seorang wartawan dan pegiat media sosial. Tim tersebut akan bekerja secara ekstra agar kasusnya bisa ditangani dengan cepat.

“Senin malam kami telah menerima laporan dari korban mengenai kasus itu. Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim membentuk tim khusus,” kata Aldi.

Dijelaskan, polisi akan mendalami kasus tersebut sesuai aturan yang berlaku. Siapapun yang terbukti bersalah bakal diproses tanpa pandang bulu.

Aldi bahkan mengimbau kepada semua orang yang terlibat dalam penyulikan dan penganiayaan wartawan serta pegiat medsos itu segera menyerahkan diri. Dengan demikian proses hukum bisa berjalan dengan cepat

Sebelumnya warga Karawang digegerkan oleh beredarnya video pengakuan korban penganiayaan oknum pejabat di Karawang beserta kelompoknya. Mereka menculik dua orang warga, salah satunya wartawan media lokal, kemudian mereka dipaksa menenggak miras dan air seni sambil dipukuli.

Korban penganiayaan itu bernama Gusti Sevta Gumilar (29) yang berprofesi sebagai wartawan dan pegiat sosial Zaenal Mustopa. Kejadian itu kemudian membuat laporan ke Polres dengan nomor STTLP/1749/IX/2022/SPKT. Reskrim Polres Karawang, pada Senin (19/8/2022) malam.

Berdasarkan informasi, kasus penculikan dan penganiayaan bermula dari acara lounching klub sepakbola Persika 1951 Karawang di Stadion Singaperbangsa, Sabtu (17/9/2022) malam.

Menurut pengakuan Gusti, awalnya dia dipanggil oknum pejabat itu masuk ke salah satu ruangan di stadion. Di dalam ruangan tersebut, oknum pejabat PNS Karawang itu bersama kelompoknya langsung menghajarnya.

“Jam 12 malam itu saya sudah di ruangan. Ruangan ditutup, tidak boleh ada yang masuk selain orang-orangnya dia, pegang HP pun terbatas,” kata Gusti.

Dia melanjutkan, saat itu juga oknun PNS menekan menanyakan keberadaan Zaenal. Sambil dicekoki minuman keras dan dipaksa minum air urine hingga dipukul beberapa kali.

Akhirnya Zaenal datang dan dilakukan hal serupa dengan melakukan penganiayaan hingga tak sadarkan diri.

“Dari Jam12 malam sampai pagi, saya sadarkan diri jam 11. Dievakuasi oleh saudara saya, saya dikasih tidur di hotel tidak boleh pulang. Saya pulang setengah enam lebih minggu sore,” jelas dia.

Adapun penyebab penganiayaannya, menurut Gusti dia memang menulis status di akun facebook mengkritik acara sepakbola tersebut.

Dia mengaku harus ada yang diluruskan terkait acara lounching sepakbola tersebut. ” Saya memang menyoroti Persika namun itu sekadar kritik,” kata Gusti.(red)

Baca juga