KARAWANG-Mendekati perhelatan Pilkada 2020 mendatang, para tokoh dan partai politik di Kabupaten Karawang mulai memanaskan mesinnya, sambil lirik kiri-kanan siap-siap tancap gas seolah tidak mau kalah start.
Deklarasi demi deklarasi mulai muncul ke permukaan, setelah sebelumnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Karawang mendeklarasikan jagoan mereka di Pilkada nanti tak lama kemudian beberapa gabungan partai politik mendeklarasikan diri dengan nama Poros Juang dengan kekuatan 11 kursi parlemen atau sudah cukup syarat mengusung pasangan calon pada Pilkada September mendatang.
Menurut Koordinator Democracy and Electoral Empowerment Partenership (DEEP) Karawang, Gustiawan, kemunculan beberapa tokoh Karawang dan deklarasinya beberapa parpol meramaikan bursa calon bupati/wakil bupati ini, rupanya belum mengusik ketenangan sang petahana. Cellica nampaknya masih asyik bekerja dan menurutnya tentunya sambil mengintip pergerakan lawannya nanti.
Baca juga : DEEP Karawang Imbau Parpol Kedepankan Program Bukan Finansial
“Ia tengah mengkalkulasi siapa kira-kira lawan tangguhnya di arena mendatang, sehingga ia harus berfikir jangan sampai salah keputusan dalam mengambil calon pendampingnya,” katanya kepada Prasastijabar.co.id, Kamis (30/1/2020).
Terlepas dari itu, lanjutnya, belum adanya reaksi dari petahana bukan menganggap bahwa arena pertempuran nanti dianggap enteng, justru saat ini petahana sedang menggalang kekuatan dikalangan masyarakat dan para abdi negara pastinya.
“Petahana harus memastikan bahwa anak buahnya jangan sampai loncat pagar pada Pilkada nanti. Bagaimanapun jumlah mereka cukup besar dan akan sangat membantu dalam suksesi lima tahunan ini,” ujarnya.
Menurutnya, disinilah letak keuntungan sang petahana, ia bisa memainkan politik anggaran, kebijakan, power dan sejenisnya tanpa dianggap curi start karena pergerakannya dikemas lewat kegiatan atau bantuan resmi.
“Tapi baik langsung ataupun tidak, akan berdampak pada elektabilitas dan popularitasnya,” imbuh Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Karawang ini.
Baca juga : Tersisa Satu Tahun, Petahana Diminta Fokus Kerja Untuk Rakyat Karawang
Di tempat terpisah, ucapnya, ada kelompok yang harus berjuang keras mendapatkan simpati Masyarakat Karawang agar berdampak pada popularitas dan elektabilitasnya nanti. Siapa mereka, ya tidak lain adalah sang penantang, siapapun mereka dan dari manapun mereka berasal semuanya harus bekerja lebih keras dari sang petahana.
Penantang yang tidak diuntungkan dengan politik anggaran, kebijakan, power dan yang lainnya harus benar-benar dapat meyakinkan dan meraih simpati masyarakat Karawang bahwa mereka adalah orang yang tepat memimpin Karawang paling tidak untuk masa lima tahun kedepan.
“Dan pastinya selain waktu, energi hingga kapital haruslah disiapkan dengan baik bahkan dengan jumlah yang lebih besar,” ungkapnya.
Jika ditanyakan apakah masih mungkin petahana dikalahkan, pancingnya, jawabannya semuanya masih serba mungkin, walaupun secara matematis dianggap kemungkinan itu cukup kecil, namun jika sang penantang benar-benar beegerak, benar-benar membawa program yang jauh lebih bagus dari petahana, bukan tidak mungkin petahana dikalahkan.
“Maka saran kami, siapapun yang ingin merebut kekuasaan harus rela untuk bekerja keras dan memiliki program kerja yang benar-benar bagus dan aplikatif agar tidak hanya bagus di program, tapi juga dapat dijalankan. Bukan sebaliknya, program bagus tapi tidak dapat dijalankan,” tutupnya. (red).
