
Ilustrasi
KARAWANG-Sejumlah kelompok tani di Kecamatan Kutawaluya pekan terakhir ini kesulitan mendapatkan pupuk urea. Padahal, pupuk urea dibutuhkan saat sedang musim tanam saat ini.
“Ada sedikitnya delapan kelompok tani yang saat ini kesulitan cari pupuk urea,” kata anggota Fraksi Golkar DPRD Karawang Dapil III, Saidah Anwar, kepada Prasastijabar.co.id, Selasa (18/8/2020).
Baca juga : PT Pupuk Kujang Pastikan Stok Pupuk di Jabar Banten Aman
Saidah menjelaskan, dengan adanya delapan kelompok tani tersebut, kebutuhan pupuk urea selama satu musim sekitar 400 ton. Namun stok pupuk tersebut sudah sangat langka ditemukan di wilayah Kutawaluya.
“Informasi dari distributor bahwa stok pupuk urea sudah habis, jadi tidak bisa membeli lagi. Nanti saya akan kroscek ke Distan pertanyakan kenapa pupuk ini sudah habis sementara petani masih membutuhkan,” ujarnya.
Saidah tidak mempermasalah jika subsidi pupuk urea akan dicabut, namun setidaknya kebutuhan petani untuk musim tanam tahun ini dicukupi. Jika tak ada subsidi, petani bisa lebih bebas membeli pupuk itu kemana saja.
“Jika dalam satu minggu kedepan masih sulit ditemukan, ada slentingan kabar jika para petani akan bereaksi. Ada kabar slentingan juga di kalangan petani bila kelangkaan pupuk ini ada permainan politik,” pungkasnya. (red).
