Perhutani Berikan Santunan Korban Tenggelam Bekas Galian Pasir Munjul Jaya

Perhutani berikan santunan kepada keluarga korban tenggelam.

PURWAKARTA-Perum Perhutani KPH Purwakarta berikan santunan kepada keluarga Noval Ardiansyah (9) dan Fajar Ramadhan (7) yang merupakan korban tenggelam dibekas galian pasir yang berada di Kelurahan Munjul Jaya, Kecamatan Purwakarta,, Kabupaten Purwakarta, pada Rabu (24/6/2020) kemarin.

Diketahui, lokasi galian pasir yang sudah lama ditinggalkan tersebut, berada di lahan Perhutani dan yang hanya menyisakan kubangan air dengan kedalaman sekitar dua meter. Kubangan tersebut selama ini dipergunakan warga setempat sebagai tempat penampungan air untuk lahan pertanian dan lainnya.

Kepala Administratur (Adm) Perum Perhutani KPH Purwakarta, Arsis Sulistyo mengatakan, santunan diberikan sebagai rasa kepedulian terhadap musibah yang menimpa keluarga dua orang anak tersebut.
Arsis berharap, santunan tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga pasca anaknya meninggal.

Baca juga : Kerajinan Kapal Pinisi Asal Purwakarta, Dikenal hingga Mancanegara

“Santunan ini sebagai turut duka cita kami dan kepedulian kepada sesama dalam menerima sebuah musibah. Karena musibah ini bukan hanya dirasakan keluarga saja melainkan musibah kita semua,” kata Arsis, usai menyerahkan santunan, Kamis (25/6/2020).

Sementara, untuk menghindari kejadian serupa, lanjut Arsis, pihaknya sudah membuat pagar pengaman serta memasang papan peringatan di sekitar lokasi.

Adapun saat disinggung terkait kemungkinan lokasi tersebut direklamasi atau ditimbun, hal tersebut tergantung keinginan warga, mengingat selama ini kubangan tersebut dijadikan salah satu sumber air bagi kehidupan warga setempat.

“Kalau reklamasi belum ada rencana, mengingat di lokasi itu merupakan sumber mata air dan sangat dibutuhkan warga, namun saat ini, dilokasi sudah dipasang pagar pengaman dan secepatnya kita pasang papan peringatan dan penanaman pohon disekitar lokasi” terangnya.

Sementara, Ketua RW 05 Kel Munjuljaya, Rusmana (52), menambahkan, kubangan bekas galian pasir tersebut sudah sejak tahun 2003-an tidak lagi beroperasi. Sejak itu, warga memanfaatkan air dilokasi tersebut untuk pengairan lahan pertanian hingga keperluan rumah tangga, terlebih saat bulan kemarau.

“Sebenarnya, sejak beberapa tahun lalu, bekas galian ini sangat bermanfaat bagi warga kami, dan kami pun kurang setuju jika ada kemungkinan direklamasi, adapun kemarin terjadi kecelakaan hingga dua orang anak warga kami meninggal, kami menerimanya sebagai musibah dan pembelajaran untuk kedepannya agar lebih berhati- hati lagi,” ujarnya.

Sementara, santunan dari Perhutani tersebut diterima langsung oleh orang tua kedua anak tersebut, masing- masing Warsan (40) yang merupakan orang tua dari Fajar Ramadhan (7) serta Enung Nurilah (30) yang merupakan ibu dari Noval Ardiansyah (9). Kedua orang tua korban mengaku berterimakasih kepada kepedulian pihak perhutani serta menerima kejadian yang merenggut anaknya itu sebagai musibah.

“Saya sangat berterimakasih atas kepedulian pihak perhutani terhadap musibah yang menimpa keluarga kami,” ucap Warsan sambil menitikan air mata.

Dikabarkan sebelumnya, diduga berenang, dua orang anak ditemukan dalam keadaan meninggal di lokasi kubangan bekas galian pasir. Diperkirakan korban berenang di lokasi pada sekitar pukul 10.00 WIB pada Rabu (24/6/2020) kemarin.

Kemudian saat menjelang siang hari , salah satu orang tua korban mencarinya dan menurut informasi warga sekitar diketahui jika kedua anak tersebut sebelumnya berjalan mendekati kubangan lalu menghilang.

Tim SAR dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta yang mendapatkan laporan, langsung mendatangi lokasi dan melakukan pencarian. Tak lama, kedua anak tersebut pun diketemukan dengan dalam kedaan tak bernyawa. (wes/tif).

Baca juga

Leave a Comment