
Salah satu kapal pinisi karya pria asal Purwakarta yang dikenal hingga mancanegara
PURWAKARTA-Berawal dari ketekunan yang dijalani hingga belasan tahun lamanya, kerajinan miniatur kapal pinisi buah karya dari Arifin (47) warga Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, dipesan hingga berbagai wilayah di Indonesia bahkan hingga mancanegara.
Kerajinan miniatur kapal pinisi berbahan utama kayu jati tersebut, dibuat Arifin dengan berbagai ukurun seperti ukuran 18cm, 27cm, hingga 1 meter x 30cm.
“Biasanya saya menjual kerajinan ini ke luar provinsi di Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, hingga bahkan ada juga pesanan ke mancanegara, seperti Malaysia, Cina dan Jerman,” kata Arifin saat ditemui di kediamannya, Kamis (25/6/2020).
Untuk ukuran sedang atau ukuran 1 meter x 30cm, ditambahkan Arifin, pengerjaannya memerlukan waktu selama dua minggu. Sedangkan untuk ukuran yang kecil, Arifin bisa dalam seminggu memproduksi sebanyak lima unit.
“Untuk sekarang saya fokus buat yang ukuran besar. Kalau ukuran yang kecil sudah sedikit peminatnya,” ungkap dia.
Ketika disinggung terkait kendala yang sering kali dihadapi saat membuat miniatur kapal pinisi, Arifin menyebut terletak pada pembuatan pola dan membentuknya.
“Yang mudah itu ketika pola sudah ketemu dan ukuran ketemu. Dan lagi paling enak jika pemesan memberikan gambar keinginannya,” ucapnya.
Sementara soal harga bervariasi, tergantung kurumitan, model hingga ukuran.
Tak hanya membuat miniatur kapal pinisi, Arifin juga mengaku membuat kerajinan kayu lainnya, seperti lampion, pigura, hingga rak meja. Semuanya itu dia menyebut terbuat dari bahan kayu jati.
“Untuk miniatur kapal pinisi, ukuran besar harganya Rp5 juta. Kalau yang ukuran 27cm itu Rp350 ribu dan 18cm Rp250 ribu,” paparnya.
Arifin juga mengatakan dirinya sempat hampir gulung tikar atau bangkrut saat menekuni profesinya ini. Namun, dirinya berhasil bangkit dan hingga saat ini bertahan dan mampu memiliki nama di Purwakarta bahkan luar Purwakarta.
Tak hanya itu, selama menjalani profesinya tersebut, Arifin juga pernah menyabet sejumlah penghargaan, seperti juara 1 dari Dekranasda Jabar kategori wood. Lalu, ada pula penghargaan dari Unisko terkait pameran di JCC juara 3 tingkat nasional.
Tetapi, dia pun mengeluhkan tak adanya generasi yang dapat menggantikannya kelak, lantaran semua anak-anaknya perempuan.
“Saya khawatir sekarang itu gak ada penerus saya. Anak-anak saya semua perempuan dan gak ada yang menekuni bidang ini, karena anak sulung lebih ke bidang kelautan kuliahnya dan anak kedua SMK lebih suka pada seni lukis dan ketiga masih SD kelas 3,” pungkasnya.(wes/zak)
