
Ulat lalat maggot bisa mengurai sampah juga bisa dijadikan pakan burung kicau
KARAWANG-Peningkatan ekonomi melalui sampah di desa-desa di Karawang terus dikembangkan. Sejumlah desa bahkan telah melakukan pengolahan sampah secara mandiri, salah satunya melalui pengembangan bisnis lalat maggot BSF.
Upaya pengolahan sampah organik melalui lalat maggot BSF di antaranya dilaksanakan di Desa Malangsari, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh LPPM UNSIKA dan Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) Desa Malangsari menjadi binaan peningkatan ekonomi warga melalui pengolahan sampah.
Dosen Fakultas Pertanian Unsika Rika Yayu Agustini mengatakan, jika pengolahan sampah dilakukan dengan baik akan memberikan dampak ekonomi untuk masyarakat sekitar selain dari kesehatan lingkungan.
“Pengolahan sampah dengan menggunakan Maggot juga dapat menjadi salah satu usaha masyarakat dengan menjual maggot kering sebagai pakan ternak dan sampah hasil pengolahan maggot dapat dijual atau digunakan sebagai pupuk organik, ” kata Rika, Rabu (26/10/2022).
Ia menjelaskan, lalat maggot BSF sebagai agen pengurai sampah organik, larva maggot akan memakan sampah tersebut. Selain itu pengolahan melalui maggot tidak akan menimbulkan bau.
“Modalnya juga cukup murah, kita hanya tinggal menyiapkan kandang maggot yang terbuat dari jaring. Bisa permanen atau semi permanen, ” katanya.
Konsep di Desa Malangsari, kata Rika, pertama pihaknya melakukan pembentukan bank sampah untuk memudahkan komunitas pengolah sampah. Kemudian dari komunitas itu pihaknya akan membuat kelompok pengolahan sampah organik salah satunya melalui maggot. Sisanya sampah non organik itu bisa langsung dikumpulkan untuk di jual atau daur ulang.(red)
