
Saepul Bahri di ladang sawahnya.
KARAWANG-Sejumlah petani di Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang keluhkan kelangkaan pupuk bersubdisi di pasaran, sekalipun didapat harganya melangit.
Imbasnya, musim tanam kali ini para petani terkendala kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sejak Juli 2020. Padahal, mereka sedang sangat membutuhkannya.
Petani asal Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Saeful Bahri, mengatakan, para petani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi selama beberapa bulan. Meski ditemukan, harganya terlalu mahal, tidak sesuai dengan harga jual hasil panen.
Baca juga : Catat 145 Kasus DBD, Puskesmas Klari Sosialisasi Pencegahan Pada Masyarakat
Menurutnya, harga pupuk kini mencapai Rp195 ribu. Untuk jenis phonska saja harganya mencapai Rp250 ribu per kuintal. Selain harga tinggi, pupuk subsidi pun langka hampir di setiap kios pupuk yang ada di wilayahnya sulit ditemukan.
“Sudah sulit ditemukan pupuk subsidi,” keluhnya kepada Prasastijabar.co.id, kemarin.
Jika kelangkaan pupuk subsidi terus berlanjut, sambungnya, para petani terancam gagal panen pada musim tanam tahun ini. Dirinya harap Pemkab Karawang perhatikan nasib para petani supaya pendisribusian pupuk kembali normal.
“Saya harap Pemkab Karawang perhatikan nasib para petani agar distribusi pupuk kembali normal, supaya para petani tidak terancam gagal panen,” pungkasnya. (jat/tif).
