Nikmatnya Ayam Goreng Sambal Hejo Sari Rasa

Menu nikmat sambel hejo

PURWAKARTA – Nama rumah makan hingga menu andalan “Sambel Hejo” mungkin sudah sangat familiar, terlebih bagi masyarakat Jawa Barat. Seperti biasa, sambel hejo biasanya disandingkan dengan ayam goreng sebagai menu pelengkapnya.

Tapi jarang ada yang tahu, ternyata menu ayam goreng + sambel hejo tersebut berawal dari Kabupaten Purwakarta atau tepatnya di salah satu kedai sederhana di Jalan Raya Nagrak, RT 01/01 Desa Nagrak, Kecamatan Darangdan.

Keberadaan kedai ini selintas tidak akan terlihat karena bukan merupakan bangunan mencolok, apalagi posisinya berada di jalur Arteri Purwakarta-Bandung.

Hanya papan nama yang terpasang di bagian depan bangunan bertuliskan Sambel Hejo Sari Rasa. Di masa kejayaannya, Sambel Hejo Sari Rasa menjadi tempat favorit untuk makan siang.

Meskipun lokasinya cukup jauh, tidak menghalangi penikmat ayam goreng untuk menyambanginya.

Di kedai sederhana ini Yanti (47), menjadi generasi ketiga yang tetap mempertahankan menu utama ayam kampung goreng dan sambal serba hijau secara turun temurun.

Yang menarik, daging ayam tidak digoreng garing, melainkan setengah matang menggunakan tungku dengan kayu bakar.

“Goreng ayamnya terkesan basah berwarna kuning. Kami menggunakan kunyit sebagai pewarna pada ayam itu. Meskipun digoreng setengah matang, ayamnya tetap empuk karena sebelum digoreng ayam kampung tersebut diungkeb terlebih dulu,” ungkap Yanti. Sabtu, (28/9/2019).

Dia pun bercerita, bumbu dan cara memasak ayam seperti itu merupakan resep yang dipertahankan secara turun-temurun. Yanti tidak berani memodifikasi atau menambah varian bumbu pada ayam gorengnya. Cita rasa ayam saat ini dipastikan sama dengan ayam goreng yang disantap pada masa 1960-an di warung ini.

Ketika itu, H Warta memperkenalkan ayam goreng setengah matang sebagai menu yang benar-benar baru kepada publik di zaman Orde Lama. Begitu pula sambal hijau yang disajikan, merupakan panganan jadul.

Dari dulu sampai saat ini tetap menggunakan komposisi sama, yaitu tomat hijau, cabai rawit hijau, bawang merah, dan kencur sehingga yang tampak sambal berwarna hijau.

Begitu dicolek dengan lalapan segar, akan terasa perpaduan asam, pedas, dan hangat kencur, sehingga cukup menggugah nafsu makan.

Di samping dua jenis panganan, penyajiannya juga sangat sederhana, yakni nasi sebakul plus ayam goreng setengah matang, perkedel kentang, lalapan segar, dan sambal hijau disajikan untuk makan lesehan.

Ihwal harga, mungkin bagi sebagian orang terbilang mahal, yakni satu porsi ayam kampung goreng dibanderol Rp80.000, sedangkan nasi Rp7.000 per orang, dan perkedel kentang Rp3.000 per potong.

Sambal hijau dan lalapan segarnya bebas biaya alias gratis. Namun, harga tersebut cukup sebanding dengan cita rasa yang ditawarkan.

Baca juga

Leave a Comment