Niat Melepas Rindu, Remaja Putri di Karawang Malah Disetubuhi Ayah Sendiri

KARAWANG – Jeda sekolah dimasa PPKM, seorang Ayah tega setubuhi putri kandungnya sendiri yang masih remaja, di Desa Bojongkarya, Kecamatan Rengasdengklok Karawang, Jawa Barat.

Pelaku bernama Suparman alias Acong, pria berusia 47 asal Rengasdengklok Karawang, diciduk Polisi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA) Satreskrim Polres Karawang.

Korban, K remaja putri berusia 15 tahun, yang merupakan darah daging pelaku sendiri.

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, melalui Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana, mengungkapkan, kasus tercela yang dilakukan ayah kandung korban, dilaporkan Ibu kandungnya sendiri.

“Pelaku sudah kami amankan, saksi sudah kami periksa,” ungkap Oliestha, Rabu (6/10/2021).

Oliestha memaparkan, kasus keji yang dilakukan pelaku, justru terjadi saat korban, darah dagingnya sendiri itu merasa rindu sosok Ayah.

Pasalnya, pelaku dan ibu korban sudah lama bercerai. Sejak perceraian itu, korban lama tinggal bersama ibunya.

“Saat sekolah belum tatap muka, korban minta tinggal bersama ayahnya, di kontrakan di Rengasdengklok,” kata Oliestha.

Namun, bukannya mendapat perhatian dan kasih sayang layaknya ayah dan anak, pelaku malah memanfaatkan situasi dengan menyetubuhi korban.

“Dilakukan dua kali. Korban terpaksa nurut lantaran tertekan dibawah ancaman ayahnya. Menurut pengakuan anaknya, jika melaporkan perbuatan ayahnya, ia diancam akan dibunuh,” ujarnya.

Lebih lanjut Oliestha mengatakan, perbuatan bejat pelaku terungkap, saat korban bercerita kepada Ibunya. Tak butuh waktu lama, sejak kasus dilaporkan ke Kepolisian, tim unit PPA bergerak dan menangkap pelaku.

“Pelaku mengakui perbuatannya dan sekarang sudah kami tahan,” katanya

Pelaku terancam pidana berat, dan disangkakan melanggar pasal 81 atau 82 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPPU nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

“Ancamannya 15 tahun penjara,” tutup Oliestha.(ans)

Baca juga

Leave a Comment