fbpx

Napi Kendalikan Kejahatan Melalui HP, Ini Modusnya

Kalapas Purwakarta, Suprapto Saat Menunjukan Barang Bukti Hasil Razia dari Narapidana. (Foto : Uwes/Praja).

PURWAKARTA-Berbagai cara dilakukan narapidana (napi) untuk memasukan alat komunikasi kedalam Lembaga Pemasyarakatan (LP).

Alat komunikasi seperti HP, kerap dilakukan tahanan untuk memperlancar aksi kejahatan, seperti mengendalikan peredaran Narkoba hingga tindakan pemerasan yang dilakukan di dalam lapas.

Menyadari hal itu, Kepala Lapas Kelas II B Purwakarta, Suprapto, mengatakan, akan mempersempit gerak para tahanan hingga memperketan barang bawaan pembesuk.

“Berbagai cara dilakukan napi untuk menyelundupkan barang-barang tersebut melalui besukan, makanan dan perantara,” jelas Suprapto, saat dihubungi melalui selulernya, sabtu (12/10/2019).

Baca juga : Polisi Tes Urine Puluhan Petugas Lapas Purwakarta

Khusus Lapas Purwakarta, lanjut Suprapto, sejumlah modus masuknya HP diketahui menggunakan berbagai cara dan jalur.

“HP ini masuk lewat banyak jalur. Beberapa waktu lalu ketahuan ada yang melempar HP menggunakan tiga lembar kaus (baju) dari luar benteng,” tuturnya.

Menurutnya, modus operandi ini terbilang baru karena jika melalui pintu masuk utama sudah mulai diperketat oleh petugas lapas. Modus-modus operandi lainnya juga banyak dilakukan narapidana.

Baca juga : Selain Minta PT MSS Ditutup, Dedi Mulyadi Juga Minta Warga Ciahandeuleum Direlokasia

“Ada juga yang melalui makanan, tapi akhirnya itu ketahuan juga,” katanya.

Diakuinya modus operandi memasukan alat komunikasi dari para warga binaan ini akan terus berkembang demi menghindari pengamanan dari petugas lapas.

Namun Lapas Purwakarta sendiri berkomitmen untuk tidak akan pernah lelah menindak narapidana yang nakal tersebut.

“Ya kita ada imbauan kepada mereka untuk menyerahkan (HP) baik-baik. Dititipkan ke kita untuk dikembalikan ke keluarga saat membesuk, disaksikan petugas diberikan kepada keluarga silakan kita tidak akan sita itu,” ujarnya.

Suprapto menambahkan, alat komunikasi yang masuk ke dalam lapas ini memang kerap digunakan narapidana untuk melakukan tindakan kejahatan di dalam lapas. Di antaranya seperti peredaran narkotika yang dilakukan dioperasikan di dalam lapas.

“Hampir seluruhnya untuk melakukan tindakan-tindakan kejahatan seperti peredaran narkotika di luar lapas dan pengendalian di dalam. Serta tindakan kriminal lainnya seperti pemerasan yang juga dilakukan di dalam lapas,” ungkapnya.

Untuk antisipasi hal tersebut, kata Suprapto, pihaknya terus meningkatkan sistem keamanan, melalui program Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkotika). Dirinya mengimbau, agar semua stafnya secara menyeluruh menyadari dan mengikuti peraturan demi program Zero Halinar.

“Bagi oknum petugas yang kedapatan membawa handphone kedalam lapas sudah disiapkan sejumlah sanksi tegas,” pungkasnya. (wes/tif).

Baca juga

Leave a Comment