fbpx

Merasa Ditipu, Warga Bandung Barat Ini Bakal Tuntut Dealer Mitsubishi

Warga KBB menunjukan surat tuntutan yang akan dilayangkan ke dealer Mitsubishi

BANDUNG BARAT-Seorang Warga asal Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dian Sri Hardianti akan menuntut salah satu dealer mobil Mitsubishi. Hal itu dilakukannya karena merasa tertipu dalam transaksi yang ia lakukan untuk pembelian mobil jenis Pajero Sport secara kredit sejak 2017 silam.

“Nomor rangkanya tidak sesuai dengan STNK dan BPKB. Itu ketahuanya pada waktu saya mau gesek nomor mesin dan nomor rangka bulan Desember kemarin (2019),” ungkap Dian saat di temui di rumahnya, Minggu (2/2/2020)

Akibatnya dia sempat kesulitan memperpanjang surat-surat kendaraan mobilnya. Karena nomor surat-surat kendaraan berbeda.

Ketika Dian mempertanyakan persoalan tersebut ke dealer, jawabnya tidak memuaskan. Pihak dealer hanya memberikan surat keterangan dari Dikretorat jendral bea dan cukai kementrian keuangan Republik Indonesia dengan nomor ket-57/KPU 01/BD.02/KR/2017 yang menyatakan ada perbedaan tentang nomor mesin tersebut. Anehnya, surat itu baru di berikan ketika pihaknya sudah komplain.

“Kenapa tidak sejak awal. Ini malah kita tau sewaktu kita gesek. Ini kan mobil baru, bukan bekas. Kok bisa beda,” sesalnya.

Tidak puas dengan keterangan dari pihak daeler, Dian sempat mencak-mencak sampai ke daeler pusat Jakarta. Maka, pihak daeler pusat turun untuk membicarakan hal itu dengan pihaknya dan berjanji untuk mengganti unit baru satu unit Pajero tahun 2019.

Pada saat itu, dia yang merasa kecewa berat, akhirnya mengajukan kompensasi juga. Kompensasi yang di tungtut ke daeler Jakarta sebesar Rp 300 juta. Akan tetapi pihak daeler Bandung hanya menggantikan satu unit Fajero tahun 2019, dengan sisa cicilan 6 kali lagi sebesar Rp 15 juta per bulan dibayarkan daeler Bandung.

“Itu artinya tidak ada kompensasi dong, kalau di hitung-hitung dengan uang yang sudah masuk ke Leasing. Kan saya menuntut Kompensasinya,” keluhnya.

Lebih kesalnya lagi, tutur Dian, ternyata pembayaran ke leasing dari pihak dealer telat. Dia mengaku kaget saat pihak leasing malakukan penagihan karena di anggap nunggak.

“Saya sempat ngamuk karena mereka mengabaikan cicilan itu. Padahal saya tidak pernah telat bayar karena menyangkut kredibilitas ke pihak leasing. Baru kemarin dilunasi mereka (dealer),” ungkap Dian.

Oleh karena itu, Dian menyatakan akan melanjutkan persoalan ini hingga tuntutanya dikabulkan. Karena ia merasa dirugikan non material juga.

“Pokoknya saya mau kompensasi dari Jakarta dan Bandung juga,” tegasnya.

Sementara, Staf Dealer Mitsubishi Bandung Melanie saat di konfirmasi Wartawan enggan memberikan keterangan. Melalui nomor kontak personya dia hanya berkilah tidak punya kewenangan untuk menjelaskan segala sesuatunya.

“Harus ke direktur langsung,”singkatnya, tanpa memberikan nomor kontak sang direktur  dengan alasan tidak punya kewenangan memberikannya.(imn/zak)

Baca juga

Leave a Comment