Listrik Mati Saat Sidang Paripurna, Bupati Sampaikan Sambutan dalam Gelap Gulita

Ruang Sidang Paripurna gelap gulita karena pemadaman listrik tiba-tiba

KARAWANG-Listrik yang mati saat Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang berlangsung, Senin (23/12/2019), sempat membuat jalannya sidang tidak kondusif. Bahkan, Bupati Cellica Nurrachadiana harus menyampaikan sambutannya dalam kondisi gelap gulita.

Agenda Sidang Paripurna tersebut antara lain adalah penetapan rapeda-raperda, Pengumuman SK DPRD tentang program pembentukan peraturan daerah tahun 2020 dan penutupan masa sidang 2019. Dalam Sidang Paripurna itu juga dilakukan penyampaian pandangan akhir fraksi-fraksi.

Semua Sidang Paripurna berjalan lancar hingga pandangan fraksi disampaikan. Saar Fraksi PKS sedang menyampaikan pandangan akhir fraksinya, listrik tiba-tiba mati. Hal itu pun sontak membuat suasana sidang tidak kondusif. Peserta sidang serentak bergemuruh, sebagian langsung menyalakan lampu senter dan handphone. Ketua Fraksi PKS, Dedi Sudrajat yang sedang menyampaikan pandangan fraksi pun langsung menutup dalam kondisi gelap.

Baca Juga: Paripurna Akhir Tahun, F-PDIP Soroti PAD, Wisata dan PJU

Usai sidang, Dedi mengaku saat listrik mati sudah hampir selesai menyampaikan pandangan akhir fraksi. Sehingga langsung penutup penyampaiannya.

“Sudah mau selesai, jadi langsung ditutup,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Pangkal Perjuangan, Nana Suryana mengaku, fraksinya belum sempat menyampaikan pandangan akhir fraksi dalam Sidang Paripurna tersebut.

“(Fraksi) yang lain sudah, tinggal kita saja yang belum membacakan. Berkasnya langsung disampaikan,” akunya.

Baca Juga: Sudah Kronis, Masalah Sampah Butuh Inovasi Solusi

Sebelum Sidang Paripurna ditutup, seperti biasanya Bupati Karawang memberikan sambutan. Namun kali ini, sambutan tersebut disampaikan dalam kondisi gelap gulita. Bahkan Bupati Cellica tidak berdiri di mimbar yang sudah disediakan, melainkan turun mendekati para anggota DPRD karena tidak menggunakan pengeras suara saat menyampaikan sambutan.

Sekretaris DPRD Karawang, Agus Mulyana, mengaku tidak ada pemberitahuan dari pihak PLN jika akan terjadi pemadaman listrik.

“Tidak ada pemberitahuan (pemadaman listrik). Tanya PLN kenapa mati listriknya,” cetusnya.

DPRD pun lanjut Agus, tidak memiliki genset untuk membeckup kebutuhan listrik saat terjadi pemadaman. Sehingga Sidang Paripurna dilanjutkan tanpa penerangan yang cukup dan tanpa pengeras suara.

“Gak ada, Gensetnya harus yang besar,” tandasnya. (zak)

Baca juga