Lagi, Jalur Pedestrian Dipakai Parkir Motor Pendemo Disorot Legislator

Tampak kendaraan motor terparkir di jalur pedestrian.

KARAWANG-Ratusan pendemo dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) memenuhi arena depan kantor Pemkab Karawang, Kamis (28/11/2019) siang.

Mereka berdemo untuk menuntut agar Bupati Cellica keluarkan surat rekomendasi kepada Gubernur Jawa Barat untuk merubah surat edaran tentang UMK ditetapkan menjadi surat keputusan.

Mirisnya, ratusan kendaraan roda dua mereka diparkirkan di atas jalur pedestrian yang seyogyanya hanya digunakan bagi pejalan kaki. Padahal, jalur pedestrian itu dibuat dengan menelan anggaran belasan miliar.

Baca juga : Kapolres Karawang : Wakafkan Diri Saya Untuk Karawang

Anggota Fraksi PDI-P DPRD Karawang, Natala Sumedha, mengaku menyesalkan dengan sikap para pendemo yang memarkirkan kendaraan tidak pada tempatnya.

“Jalur pedestrian itu bukan tempat untuk parkir motor,” ujarnya kepada Prasastijabar.com, Kamis (28/11/2019).

Menurutnya, demo adalah hak menyampaikan pendapat yang diatur oleh UU, sehingga setiap warga Negara boleh berdemo. Tetapi ia berharap hak menyatakan pendapat juga harus menghargai hak pejalan kaki.

“Apalagi jalur pedestrian itu dibangun dengan anggaran yang besar dan ditetapkan sebagai bagian dari kawasan kabupaten layak anak,” ujarnya.

Untuk menghindari kejadian serupa terulang lagi, Natala menyarankan kepada pihak Dishub dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) untuk segera memberikan pagar ataupun tanda dilarang parkir di sepanjang areal jalur pendistrian.

Baca juga : Protes UMK Ditetapkan Melalui Edaran, FSPMI Geruduk Pemkab Karawang

“Kejadian ini akan terus terjadi ketika kesadaran menjaga keindahan Karawang belum bisa dimaksimalkan. Mungkin dengan adanya pembatasan ini bisa menghindari penggunaan jalur pedestrian beralih fungsi,” tandasnya.

Sementara, Koordinator aksi demo, Rano mengatakan, tidak ada pilihan lain selain memarkirkan kendaraannya di jalur pedestrian.

“Kami pun mengetahui jalur pedestrian ini haknya pejalan kaki, tapi kami lebih memilih untuk parkir kendaraan di atas jalur pedestarian,daripada di jalan raya yang akan mengganggu kendaraan lewat,” katanya. (jat/tif).

Baca juga