
Tim Kuasa Hukum ASN yang dilaporkan telah menculik dan menganiaya wartawan dan pegiat media sosial
KARAWANG-Kuasa hukum oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) membantah melakukan penyekapan hingga memaksa minum miras maupun minum air urine kepada wartawan di Karawang. Tim kuasa hukum yang beras
al dari Kantor Hukum Johnson Panjaitan & Partner itu menegaskan, pernyataan Gusti Sevta Gumilar yang menjadi pemberitaan itu tidak benar dan terkesan berlebihan.
Salah satu kuasa hukum,Simon Fernando Tambunan mengatakan hal itu kepada awak media di Karawang pada Selasa (27/9/2022). “Di sini kami tegaskan bahwa peristiwa penyekapan, pemaksaan minum miras dan air seni itu tidak ada,” katanya
Dia mengungkapkan, Gusti tidak memaparkan secara jelas kronologi awal penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Akan tetapi menceritakan pegalan-pegalan cerita seolah-olah seperti kejadian menyeramkan.
“Jadi kasus tersebut dipitong-potong per bagian sehingga terkesan sadistik. Terkait peristiwa utuhnya apa dia menjelaskan awal mulanya sehinga dia mendapat perlakuan yang dia nyatakan itu,” ungkap dia.
Dijelaskan juga, menurutnya kejadian itu bukan karena persoalan tugas jurnalistik. Kasus berawal dari sejumlah postingan media sosial Zaenal yang berisi provokasi terhadap klub sepak bola Karawang Persika 1951 maupun pribadi kliennya.
Atas postingan itu banyak masyarakat khususnya suporter yang kesal dan mencari keberadaan Zaenal. “Karena sudah tidak bisa terkontrol lagi. Maka klien kami ingin bertemu Zaenal dan Junot (Gusti) sendiri yang menawarkan untuk berangkat menjemput Zaenal. Memang beberapa insiden ada di situ, tapi bukan oleh klien kami, bahkan bukan seizin klien kami karena ada banyak orang di situ,” ungkap dia.
Atas pernyataan itu juga, kata Simon, pihaknya telah melaporkan Gusti ke Polres Karawang terkait kabar bohong yang membuat onar dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/ 1795/ IX/ 2022/ SPKT/ POLRES KARAWANG/ POLDA JAWA BARAT.
Dia juga berharap agar Kepolisian bekerja secara profesional dan jangan karena tekanan publik. “Hari ini saya mau titip pesan untuk kepolisian beberapa waktu belakangan ini hukum terlihat tidak berwibawa oleh tekanan publik. Saya tidak mau itu terjadi di Karawang. Lakukan secara normatif, periksa sebenarnya dengan cara-cara yang ditentukan, dan kami sampaikan terima kasih kepada kepolisian yang mungkin sudah lelah tapi tetap bisa konsisten dalam tracknya,” tandasnya.(red)
