Kisah Pilu Karyawan PT ADW, Dua Jari Putus Akibat Kecelakaan Kerja, Kini Kena PHK

Ari menunjukan jari tangannya yang putus akibat kecelakaan kerja di PT ADW

KARAWANG-Cristian Ari Wibowo mendapatkan nasib pahit setelah 10 tahun berkerja di PT Adiyawingsa (ADW) Karawang. Ia yang sudah menjadi karyawan tetap di perusahaan tersebut harus terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Padahal selama ini Ari mengabdikan diri kepada PT ADW hingga pernah mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan dua jari tangannya putus pada 2011 silam.

Ari menceritakan, ketika ia masih terbaring di rumah sakit asca kecelakaan kerja, salah seorang petinggi PT ADW sempat menjupai dan menjanjikan akan tetap mempekerjakannya hingga merasa bosan. Hal itu tak lain sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadapnya.

Janji manis PT ADW kala itu pun bisa sedikit meredakan sakit yang diterima Ari dan keluarga atas musibah yang menimpa.

“Ada ucapan manis dari HRD terhadap keluarga, kalau saya tetap bekerja di ADW sampai bosan,” ungkap pria yang tinggal di Dusun Kertijaya KW7 RT 09/RW15 Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, Kamis (9/7/2020).

Namun disayangkan, ucap manis itu ternyata isapan jempol belaka. Buktinya pada 2020 ini Ari menjadi salah satu nama karyawan yang masuk dalam data PHK perusahaan. Hal itu mengejutkan bagi keluarga Ari, karena tulang punggung keluarga ini akan berakhir bekerja di perusahaan ADW tahun ini.

Oleh karenanya, Ari dan keluarga menagih janji dan komitmen perusahaan untuk memperkejakan ia sampai bosan, tanpa alasan.

“Kami hanya menagih komitmen dan janji pihak manajemen saat itu. Jika alasan pandemi, tapi produksi masih ada. Karyawan lain pun masih kerja,” katanya.

Jika berdalih bekerja dilain tempat bukan solusi, karena ia sudah cacat dibagian jari tangan kanan akibat jepitan alat perusahaan ADW. Pihaknya hanya mengharapkan hati nurani pimpinan ADW agar bisa kerja kembali.

“Dengan harapan bisa kerja lagi, untuk menafkahi anak dan istri,” harap Ari.

Selain ke pihak ADW sebagai pemilik kebijakan, Ari pun harapkan Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana dapat ikut campur dalam hal ini. Bupati perempuan pertama di Kota Pangkal perjuangan menggunakan perasaan akan nasib masa depan Ari.

“Ibu bupati sebagai peminpin Karawang, mungkin bisa bantu kami. Ini lebih ke hati nurani ibu,” ungkap pria yang tinggal di pinggir irigasi KW7 itu.

Sementara ini Sekretaris Disnakertrans, Teo Suryana diminta tanggapan melalui pesan wahtsAap belum memberikan penjelasan atas hal demikian.(zak)

Baca juga