Keroyok Pekerja Normalisasi Cikarang Gelam, Satu dari Empat Pelaku Diringkus Polisi

Kapolsek Cikampek menunjukan balok kayu yang dipakai untuk memukuli pekerja normalisasi sipon Cikarang Gelam

KARAWANG-Satu dari tiga pelaku pengeroyokan pekerja proyek normalisasi sipon Cikarang Gelam, akhirnya dibekuk jajaran Unit Reskrim Kepolisian Sektor Cikampek. Pelaku bernama Rahmat Hidayat (33), asal warga Perum Bumi Mutiara Indah (BMI) I 1 Cikampek, Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek.

Pelaku bersama ke tiga teman diketahui menganiaya Eko Nur Syamsu (34) warga Surabaya hingga korban ketakutan dan melompat ke aliran kali Cikarang GelamGelam, Kamis (31/8/2023). Karena tidak bisa berenang, korban ditemukan tewas tenggelam tiga hari kemudian.

“Kami telah mengamankan satu pelaku. Sementara tiga pelaku lainnya masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO),” ujar Kepala Polsek Cikampek, Komisaris Aries Riyanto, saat menggelar konferensi pers terkait kasus itu di Mapolsek setempat, Senin (4/9/2023).

Disebutkan Aries, pihaknya sudah mengantongi identitas tiga pelaku yang kabur itu. Mereka adalah P, G, dan J, semuanya warga Desa Dawuan.

Menurut Kapolsek, aksi pengeroyokan itu berawal ketika korban sedang bekerja di proyek normalisasi Kali Cikarang Gelam, 31 Agustus 2023 pukul 17.00 WIB. Saat itu korban bekerja sebagai tukang las besi.

Tak lama berselang, muncul pelaku P, G, dan J meminta sisa besi potongan yang dianggap mereka sudah tidak terpakai. Namun permintaan para pelaku ditolak oleh korban.

Keributan pun pecah. Antara korban dan pelaku terlibat adu mulut.

Pelaku Rahmat Hidayat yang merasa kenal dengan tiga pelaku lainnya ikut mengeroyok korban. Mereka memukuli korban dengan tangan kosong juga balik kayu.

“Pada saat kejadian ada beberapa saksi yang melerai. Ke empat pelaku meninggalkan TKP, namun korban kembali menantang sehingga para pelaku kembali mendatangi korban,” kata Aries.

Namun, lanjut dia, korban ketakutan dan kemudian melompat ke kali Cikarang Gelam. Korban sempat meminta tolong kepada para saksi sebelum hanyut. Tetapi nahas nyawanya tak tertolong hingga korban ditemukan tewas mengambang.

Akibat perbuatannya, lanjut Aries, pelaku dijerat Pasal 170 KUHPidana jo Pasal 351 ayat 2 tentang Tindak Pidana Penganiayaan Berat. Mereka terancam hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimalnya 15 tahun. (red) 

Baca juga

Leave a Comment