fbpx

Kepo Fase Perjalanan Hidup Manusia?, Datang saja ke Bale Indung Rahayu Purwakarta

Beberapa miniatur fase perjalanan kehidupan manusia di Bale Indung Rahayu

PURWAKARTA – Fase kehidupan manusia dari awal pembentukan di dalam rahim hingga akhir melalui sebuah kematian tergambar jelas di salah satu Museum di Kabupaten Purwakarta.

Museum bernama Bale Indung Rahayu itu, ditata dengan estetika dan teknologi digital, berlokasi di Jalan Raya RE Martadinata, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta Kota.

Setiap pengunjung yang datang, akan ditemani pemandu yang siap mengantarkan dan menjelaskan tentang fase kehidupan yang telah tersedia di setiap bale.

Dengan alunan musik khas sunda disini setiap pengunjung akan dipandu untuk memahami setiap fase perjalanan kehidupan manusia.

Salah seorang pemandu Bale Indung Rahayu, Sahdan Mulya Nugraha mengatakan, di dalam ruangan terdapat banyak kisah, dimulai dengan cerita ungkapan Sunda yang sering mengiringi seorang ibu ketika hamil hingga ketika datangnya waktu melahirkan.

Baca juga: Sempat Viral di Medsos Nata Ditolak Pemkab Purwakarta, Ini Sebenarnya yang Terjadi !

“Kemudian masuk ke bale kedua ketika anak sudah lahir, fase anak bermain, beranjak dewasa hingga terakhir ke bale setelah meninggal,” ujarnya, Sabtu (9/11/2019).

Tidak hanya fase perjalanan kehidupan, di dalam ruangan ini juga pengunjung dapat melihat sejumlah permainan anak khas Sunda tempo dulu.

Beberapa lukisan kehidupan orang Sunda, foto hingga beberapa permainan yang bisa dimainkan seperti congklak. Namun ada pula beberapa jenis permainan yang hanya dipajang dan tidak boleh dimainkan.

“Di sini juga terdapat ruangan yang menggambarkan bahwa tanah Sunda identik dengan hutan dan alam yang harus dijaga,” kata dia menjelaskan.

Masuk ke ruang berikutnya terdapat miniatur rumah adat sunda, gambar pakaian adat sunda, dipajang alat musik, peralatan dapur, dan juga dipajang makanan tradisional khas Sunda. Semua yang ada di Bale Indung Rahayu ditata dengan estetika yang ditunjang dengan teknologi digital. (wes/zulk)

Baca juga

Leave a Comment