Jumlah Pekerja Migran Asal Karawang Melonjak 7 Kali Lipat, Taiwan Menjadi Negara Paling Diminati

Calon tenaga migran yang hendak mendaftar di Kantor Disnakertrans

KARAWANG-Jumlah pekerja migran asal Kabupaten Karawang melonjak tujuh kali lipat di tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu mengacu pada data di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Endang Syafrudin mengatakan, di tahun 2022 ini warga Karawang yang menjadi pekerja migran indonesia (PMI) mencapai 2.292 orang. Sementara di tahun sebelumnya hanya 364 orang.

“Artinya melonjak tinggi ya jumlah warga Karawang yang diberangkatkan menjadi pekerja migran,” kata Endang, Rabu (28/12/2022).

Menurutnya, melonjaknya jumlah pekerja migran atau TKI tersebut karena pandemi Covid-19 mereda dan sejumlah negara tujuan kembali membuka keran tenaga kerja.

“Iya kemungkinan besar tahun lalu kan Covid-19, sejumlah negara menutup buat masuknya TKI,” katanya.

Dikatakan, negara yang paling banyak dituju warga Karawang adalah Taiwan. Kemudian disusul Singapura, Malaysia dan Hongkong.

“Paling banyak negara tujuan favorit itu Taiwan 1.350 orang, Singapura dan Malaysia 326 orang, disusul Hongkong 187 orang. Selebihnya hanya sedikit karena negara Timur Tengah masih ditutup,” ungkapnya.

Menurut Endang, negara-negara favorit tersebut banyak diminati karena ragam alasan, ada minat dan tujuan tertentu dari tiap-tiap TKI.

“Biasanya Arab Saudi yang paling banyak, banyak warga berstatus muslim ingin kesana. Berhubung masih tutup, jadi Taiwan teratas. Kalau Singapura dan Malaysia itu diminati karena bahasanya mudah dan gak perlu dilatih dulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika negara Timur Tengah dibuka khususnya Arab Saudi, diprediksi pendaftar TKI akan semakin meningkat di tahun 2023 mendatang.

“Semoga negara tujuan Arab Saudi segera dibuka, pastinya itu akan menjadi tujuan para TKI. Jika dibuka, dapat dipastikan tahun 2023 mendatang rekapitulasi data TKI akan semakin meningkat,” katanya.(red)

Baca juga