Jalur Alternatif Mudik Krasak-Cikalong Bopeng-bopeng dan Bergelombang, Janji Bupati Dipertanyakan

KARAWANG – Ruas jalan alternatif mudik lebaran mulai dari Krasak, Kecamatan Cilamaya Wetan hingga ke Cikalong, Kecamatan Jatisari masih dibiarkan rusak. Di sepanjang ruas tersebut masih banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara motor.

Padahal sebelumnya Bupati Karawang Aep Syaepuloh berjanji bakal memperbaiki ruas jalan itu sebelum musim mudik tiba. “Perbaikan akan rampung paling lambat 10 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1445 H,” kata Aep seusai menerima kunjungan Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin, di gedung MUI setempat, beberapa waktu lalu.

Namun hingga, Senin 24 Maret 2024, belum ada tanda-tanda ruas jalan itu akan diperbaiki. Sementara musim mudik lebaran sudah semakin dekat.

Bukan hanya dipenuhi lubang, jalan alternatif sepanjang lebih kurang 17 Km itu kondisinya bergelombang. Hal itu tentu saja banyak dikeluhkan oleh para pengendara di ruas jalan tersebut.

“Melintasi ruas jalan dari Cikalong hingga Cilamaya sangat tidak nyaman. Jalannya bergelombang, bahkan banyak lubang yang menjebak pengguna jalan,” ujar salah seorang warga Cilamaya, Bunyamin (59), Minggu (24/3/2024).

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak itu sudah berlangsung sejak musim penghujan tiba. Sebelumnya, badan jalan hanya bergelombang karena pernah dilakukan tambal sulam.

Namun, lanjut Bunyamin, saat hujan kerap mengguyur badan jalan, di beberapa titik aspalnya terkelupas dan memunculkan lubang cukup dalam. “Sebagian badan jalan memang sudah ditingkatkan kualitasnya dengan cara di beton. Nah, jalan yang masih pakai aspal itu yang rusak,” katanya.

Disebutkan pula, biasanya Pemerintah Kabupaten Karawang selalu memperbaiki ruas jalan itu setiap menjelang lebaran. Tapi kali ini, belum ada tanda-tanda perbaikan bakal dilakukan.

Padahal, sambung Bunyamin, setiap musim mudik tiba, ruas jalan itu selalu dipakai sebagai jalur alternatif pemudik bermotor. Jika kerusakan jalan dibiarkan hingga lebaran, sudah dipastikan akan banyak korban berjatuhan.

Hal senada dikatakan, Mamay, warga Perumahan Griya Pratama, Cilamaya Wetan. Dia khawatir perbaikan tidak akan selesai sesuai target bupati, yakni rampung pada H-10 Lebaran 1445 H.

“Kalau perbaikan belum dimulai juga, kapan selesainya. Kalau mepet ke lebaran, kualitasnya diragukan, atau mungkin usai lebaran rusak lagi itu jalan,” katanya.

Padahal, lanjut Mamat, selain menjadi jalur alternatif mudik, ruas jalan Cikalong-Cilamaya merupakan jalur ekonomi masyarakat setempat. Setiap hari jalan itu selalu ramai dilalui para pedagang dan karyawan yang menuju wilyah Cikampek, Purwakarta, dan Karawang.

Dari pantaun PR, kerusakan jalan alternatif Cikalong-Cilamaya menyebar di beberapa titik. Namun titik terparah adalah di Cikalong selepas Jalan Pantura hingga Jatiragas.

Kemudian, di sekitar pasar Gempol hingga perempatan Gempol, Banyusari. Di titik tersebut ada badan jalan yang rusak hingga menggerus sebagian badan jalan.

Akibatnya, para pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintasi kerusakan jalan tersebut. Mereka harus berbagi waktu untuk melintasi jalan yang masih utuh.(red) 

Baca juga