Jaga Kondusifitas, PCNU dan Forkopimda Karawang Gelar Doa Bersama

Doa dan zikir bersama Forkopimda.

KARAWANG-Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan Forkopimda Karawang menggelar doa dzikir bersama untuk kelancaran pelantikan Presiden Joko Widodo dan wakil KH Maruf Amin di halaman kantor PCNU Karawang. Pelantikan Presiden rencananya digelar pada 20 Oktober mendatang.

Mubalig kondang Habib Mustofa Aljufri hadir sebagai penceramah diacara itu. Tampak hadir pula Wakil Bupati Karawang, Kapolres, Dandim, pimpinan partai politik, ketua DPRD Kabupaten Karawang, Ketua KPUD Kabupaten Karawang, forum umat beragama, tokoh pemuda dari berbagai organisasi Islam.

Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah Putra, mengatakan, situasi Karawang sejauh ini aman dan tertib.

“Tetapi ketertiban dan keamanan merupakan hasil bersama. Oleh karena itu, kita menolak adanya ketidaktertiban dan bentuk ketidakamanan,” kata Nuredy kemarin.

Baca juga : PKB Dorong Disnakertrans Karawang Terbitkan Rekomendasi SKKNI Bagi Pencaker

Nuredy mengingatkan, perkembangan teknologi saat ini diakui sangat berpengaruh terhadap gejolak situasi kamtibmas. Namun menurutnya tekonolgi juga dapat digunakan kebajikan atau keburukan. Bisa juga digunakan untuk menjaga keamanan dan juga menggiring kerusuhan.

“Ikuti pelantikan dengan aman dan damai. Jangan terprovokasi untuk berbuat anarkis. Pergunakanlah media sosial dengan bijak,” imbaunya.

Baca juga : Kades Ciparage Diduga Hambat Proposal Pembangunan Masjid

Ia berharap, doa bersama digelar agar Allah SWT senantiasa menaungi warga Karawang agar terhindar dari segala marabahaya akibat adanya gangguan kamtibmas.

“Keamanan dan ketertiban diciptakan kita bersama dan tentu atas izin Allah SWT,” ujarnya.

Senada, Ketua PCNU Kabupaten Karawang, K.H. Ahmad Ruhyat Hasby, tak ketinggalan menyerukan kepada seluruh masyarakat agar selalu menjaga kondusitifas di Karawang. Ia mengingatkan jangan sampai ada lagi perpecahan hanya gara-gara pemilu.

“Pemilihan presiden lima tahun sekali, pemilihan bupati lima sekali, pemilihan DPRD lima tahun sekali. Jadi setelah beres pemilu kita harus bersatu. Tidak ada 01, tidak ada 02 yang ada 03 yaitu persatuan Indonesia,” serunya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Karawang Pendi Anwar mengatakan, persatuan harus tetap terjaga.

“Semoga dengan adanya kegiatan doa bersama bisa menciptakan kamtibmas yang kondusif di Karawang dan menyatukan silaturahmi. Saya selaku pimpinan DPRD Karawang sangat mendukung kegiatan ini,” imbuhnya.(dit/tif).

Baca juga