Indonesia Raya Berkumandang di Atas Genangan Banjir Rob

KARAWANG– Banjir akibat air laut pasang (rob-Red) kembali menerjang pesisir Karawang, sejak Jumat (11/1/2025) hingga Senin siang (13/1/2025). Sejumlah rumah warga di lima kecamatan terendam air laut dengan ketinggian bervariasi.

Berdasarkan laporan warga, banjir Rob terjadi di Kecamatan Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Tempuran, Cibuaya, hingga ke Pakisjaya. Banjir tersebut dianggap warga merupakan kejadian biasa yang datang setiap musim Barat tiba.

Namun demikian, pada musim barat kali ini ketinggian air laut yang merendam rumah warga lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, pada akhir 2024 lalu, banjir rob sempat memutus akses warga di berapa tempat.

Aep Suhardi (55), warga Desa Ciparage Jaya, Kecamatan Tempuran menuturkan, banjir rob pada awal 2025 ini telah terjadi sejak Jumat (11/1/2025) hingga Senin siang (13/1/2025). Air laut mulai pasang pada pukul 06.00 WIB hingga mencapai puncak ketinggian pukul 09.30 WIB dan surut sekira pukul 13.00 WIB.

“Rumah warga yang dekat pantai dan sungai terendam dengan ketinggian 30 Cm hingga 50 Cm. Bahkan, halaman sekolah pun terendam air laut,” ujar Aep, Senin (13/1/2025).

Hal yang sama diceritakan Wanusuki (49), warga Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes. Menurutnya, ada puluhan rumah warga yang diterjang banjir air laut pasang.

“Daerah terparah yang kerap diterjang banjir rob adalah Dusun Pisangan, Desa Cemarajaya dan Desa Sedari Kecamatan Cibuaya. Di Pisangan bahkan ada ratusan rumah yang tergerus abrasi, sehingga mereka direlokasi ke tempat yang aman,” kata Wanusuki.

Namun, lanjut dia, ada sejumlah rumah warga yang belum sempat direlokasi, sehingga masih dilanda banjir pasang air laut. “Rumah mereka berada di jalur tengah yang sebelumnya tidak terjangkau rob. Tapi kini kena juga,” katanya.

Sementara itu, Satuan tugas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) Kecamatan Cilamaya Wetan, Aan menyebutkan, banjir rob di wilayah kerjanya telah menerjang Dusun Tengkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan. Banjir rob hingga hari ini masih berlangsung, mulai pukul 6.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

“Banjir rob di Dusun Tengkolak telah menggangu aktivitas warga yang mayoritas nelayan dan buruh tambak ikan,” katanya.

Selain itu, sambung dia, banjir rob mengancam 210 rumah yang dihuni 230 keluarga dengan jumlah jiwa 600 orang di Dusun Tengkolak Barat. Sementara di Dusun Tengkolak Timur rumah yang terancam ada 275 unit dihuni 280 keluarga dengan jumlah jiwa 651 orang.

“Ketinggian air di Dusun Tengkolak mencapai 70 Cm,” kata Aan.

Sementara itu, salah seorang guru Sekolah Dasar di Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, sempat memposting video anak didiknya menggelar upacara pagi di atas genangan banjir rob. Para siswa bahkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sedangkan kaki mereka terendam banjir.

Postingan guru itu bahkan dibagikan ke akun milik Anggota DPR RI Cellica Nurrachadiana dan Bupati Karawang Aep Syaepuloh.(red) 

Baca juga