
Pengurus KMIK.
KARAWANG-Keluarga Mahasiswa Islam Karawang (KMIK) kembali desak pihak PT PHE-ONWJ agar segera merealisasi perbaikan kerusakan lingkungan dan menepati janji pelunasan dana konpensasi bagi warga terdampak pencemaran lingkungan oleh limbah minyak mentah (oil sipil).
Kasus kerusakan dan pencemaran lingkungan oleh limbah minyak mentah (Oil Spill) akibat kebocoran pipa Pertamina beberapa waktu silam belum menemukan titik terang. Pasalnya perbaikan kerusakan lingkungan dan pembayaran kompensasi final yang dijanjikan pihak PT PHE-ONWJ belum ditepati hingga saat ini.
KMIK menilai, hal inilah yang membuat warga masyarakat yang terdampak merasa geram dan hilang kesabaran hingga melakukan demonstrasi seperti yang dilakukan Puluhan warga Desa Sedari beberapa waktu lalu.
Baca juga : Beri Waktu Sepekan Respon Tuntutan, Warga Desa Sedari Ancam Demo Pertamina
“Kondisi alam yang dialami daerah Sedari memang sangat mempengaruhi kehidupan warga sekitar. Dari rusaknya pariwisata pantai yang ada, usaha tambak sejumlah warga, hingga terganggunya kesehatan warga membuat kondisi masyarakat, khususnya masyarakat sekitar semakin terancam.” Kata Sekretaris Umum KMIK, Firhan Hazmi, saat dihubungi Prasastijabar.co.id, Jumat (3/7/2020).
Keadaan ini ditambah parah setelah adanya bencana banjir ROB beberapa pekan kemarin membuat kondisi pantai sedari makin memprihatinkan.
“Kondisi lingkungan yang masih kacau bertambah kacau lagi setelah adanya air ROB,” tandasnya.
Sementara menurut Ketua Umum KMIK, Sopiyadi, hal ini semestinya menjadi pukulan telak bagi mahasiswa untuk melepas sekat-sekat yang ada dan mengambil peran untuk merebut keberpihakan kepada masyarakat.
“Keluarga Mahasiswa Islam Karawang (KMIK) sebagai bagian dari gerakan mahasiswa dan juga gerakan masyarakat sipil, menegaskan bahwa siap mengawal perbaikan atas kerusakan lingkungan akibat pencemaran oil sipil dan pembayaran kompensasi yang tertunda, baik itu kompensasi susulan atau kelompok C sampai dengan kompensasi final,” ujarnya.
KMIK pun akan mengorganisasi diri bersama mahasiswa seluruh Karawang untuk turun ke jalan bilamana pihak PHE-ONWJ belum menepati janji juga dalam perbaikan lingkungan yang terdampak dan melunasi pembayaran konpensasi final.
“KMIK akan terus mengawal kasus ini hingga selesai dan memohon Pertamina agar segera tepati janjinya. Jika tidak, kami akan turun ke jalan” tutupnya. (red).
