Harga Jahe Naik 100 Persen Lebih, Daya Beli Turun 50 Persen

Pedagang jahe di pasar tradisional.

CIANJUR-Harga Jahe disejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur mengalami kenaikan sebesar Rp30.000 per kilogram. Akibatnya daya beli masyarakat mengalami penurunan sekitar 50 persen.

Cepi (39) pedagang jahe di Pasar Induk Pasirhayam mengatakan, saat ini harga jahe dijual seharga Rp50.000 asalnya hanya mencapai Rp20.000 per kilogram, dan sudah terjadi hampir satu bulan lalu.

“Harganya langsung naik tiba-tiba, naiknya harga jahe tersebut dikarenakan pasokan dari Cianjur Selatan mengalami penurunan, karena imbas dari musim kemarau panjang,” katanya saat ditemui di kiosnya, Jumat (24/10/2019)

Menurutnya semenjak terjadinya kenaikan harga jahet tersebut, tingkat beli masyarakat mengalami penurunan sekitar 50 persen. Biasanya, stok sebanyak 50 kg bisa habis dalam waktu tiga hari hingga empat hari.

“Namun kini untuk menjual jahe sebanyak 20 kilogram dalam waktu selama tujuh hari belum juga habis. Masyrakat setelah mengetahui harganya mengalami kenaikan, mereka tidak jadi membeli karena diangap kemahalan,” ucap dia

Ia menjelaskan, saat ini hanya mengandalkan dari sejumlah langganan yang rata-rata merupakan sebagai pedagang olahan makan yang mengunakan jahe.
“Dalam satu harinya hanya bisa menjual jahe sebanyak tiga hingga lima kilogram saja,” ungkapnya.

Dirinya berharap pemerintah atau dinas terkait bisa melakukan upaya untuk harga jahe bisa kembali menyentuh diharga normal, dan bisa meningkatkan daya beli masyarakat

“Saya berharap harga jahe dapat segera turun kembali normal, agar daya beli masyarakat bisa kembali lagi normal, dan tidak mengalami kerugian,” pungkasnya. (zie/tif).

Baca juga