Dua Sejoli Pengedar Sabu Diringkus Polisi, Tersangka Perempuan Residivis Kambuhan

KARAWANG– Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Karawang meringkus dua sejoli pengedar sabu kelas kakap di Karawang. Salah satu di antaranya merupakan residivis kasus serupa yang baru bebas Mei 2023.

“Dua sejoli ini merupakan pasangan TTM (Teman Tapi Mesra). Mereka kompak berjualan barang haram di wilayah Karawang,” ujar Kepala Satresnarkoba, Ajun Komisaris Arief Zaenal Abdin, saat menggelar konferensi pers terkait kasus itu di Mapolres Karawang, Selasa (29/11/2023).

Menurut Arief, polisi awalnya membekuk seorang pria berinisial JTD Alias Nokem di Perumahan Peruri, Kecamatan Telukjambe Timur. Dari tangan JTD ditemukan barang bukti sejumlah Narkoba jenis sabu.

Setelah tim Satresnarkoba Polres Karawang melakukan interogasi terhadap JTD, yang bersangkutan mengaku mendapatkan serbuk putih memabukan itu dari tersangkau ADW Alias Ima. Ima adalah residivis kasus Narkoba yang mendekam selama 4 tahun di dalam penjara dan baru bebas Mei 2023.

Disebutkan, Ima pula yang memasok sabu kepada JTD. “Berangkat dari keterangan itu, kami membekuk Ima yang lokasinya tidak jauh dari lokasi penangkapan JTD,” kata Arief.

Setelah dilakukan interogasi ternyata ADW Alias Ima adalah seorang ibu rumahtangga yang menyambi sebagai kurir Narkotika jenis Sabu. Ima mendapatkan barang haram itu dari G, yang saat ini masih dalam pengejaran petugas.

Tidak tanggung-tanggung, sekali turun barang haram itu diterima ADW seberat 1 Kg. Dia mengambil sabu tersebut seorang diri menggunakan sepeda motor.

Barang yang disita polisi, lanjut Arief, merupakan barang pengiriman kali ke dua. Artinya Ima sudah menerima sabu sebanyak 2 Kg dari G.

Dari sisa sabu yang telah terjual, polisi menyita barang bukti sabu seberat 99,802 gram. “JTD dan ADW mengedarkan sabu dengan sistem adu bagong. Mereka bertemu langsung melalui komunikasi. Setelah itu HP mereka buang,” jelas Arief.

Disebutkan, pasal yang disangkakan kepada merekaa adalah Pasal 114 Ayat (1) jo 112 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan dan atau memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis sabu yang beratnya melebihi 5 Gram, dapat dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimal,” papar Arief.(red) 

Baca juga

Leave a Comment