fbpx

DPRD Karawang Geram, Pembangunan Water Park di Bekasi Bakal Berdampak Negatif ke Karawang

Endang Sodikin

KARAWANG-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang merasa geram dengan pembangunan pembangunan water park yang dilakukan di Kabupaten Bekasi, karena dinilai akan memberikan dampak negatif kepada masyarakat di Kota Pangkal Perjuangan.

Ketua Komisi III DPRD Karawang, Endang Sodikin menilai, pembangunan warter park yang berbatasan langsung dengan wilayah Karawang tersebut melakukan pengurugan sungai Cibeet. Padahal diketahui, ketika air sungai tersebut kerap meluap dan menyebabkan banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang.

“Kami sadar pembangunan (water park) itu ada di wilayah hukum Kabupaten Bekasi. Tapi kami melihat dampak lingkungannya. Dengan Sungai Cibeet yang lebar saja, ketika debit air tinggi kerap meluap ke pemukiman warga di Desa Karangligar, apalagi jika dipersempit dengan pengarugan,” cetusnya, Jumat (24/1/2020).

Baca Juga: Mahfudin: Setiap Perumahan Harus Punya TPS

Politisi Gerindra tersebut menduga, belum adanya kajian pertimbangan teknis yang dilakukan otoritas di Kabupaten Bekasi terkait dalam lingkungan dari pembangunan water park tersebut.

“Seharusnya sungai itu dinormalisasi dan diperlebar untuk menampung debit air. Tapi ini kok malah dipersempit. Ada apa?” tanya dia.

Dalam menindaklanjuti masalah tersebut, Endang mengaku telah melakukan koordinasi dengan DPRD Kabupaten Bekasi. Infromasi yang dia dapat, DPRD Kabupaten Bekasi pun tengah melakukan upaya agar pembangunan tersebut dihentikan.

“Saya sudah telpon ke rekan saya di DPRD Kabupaten Bekasi. Mereka pun berupaya agar pembangunan itu dihentikan,” paparnya.

Baca Juga: Pemkab Bisa Ambil Alih Paksa Fasos Fasum Perumahan

Komisi III sendiri, lanjut dia, akan melakukan kunjungan lapangan dalam waktu dekat ini. Selain itu, juga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang untuk turut berkoordinasi dengan Pemkab Bekasi terkait dampak lingkungan yang akan merugikan masyarakat di Kota Pangkal Perjuangan tersebut.

“Kami terus monitor. Pekan depan kami sempatkan waktu untuk kunjungan lapangan. Kami akan libatkan OPD terkait di Karawang,” kata dia.

Masih kata Endang, pihaknya berharap agar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) lebih bijak dalam mengeluarkan keputusan. Dimana diketahui wilayah sungai tersebut merupakan kewenangan dari BBWS.

“Kami harap BBWS bijak bahwa ini bukan hanya persolan Kabupaten Bekasi, tapi Karawang juga turut terpengaruh dengan pengurugan Sungai Cibeet yang dilakukan itu,” pungkasnya.(zak)

Baca juga

Leave a Comment