
Sejumlah petugas PLN sedang perbaiki tiang listrik yang roboh.
CIANJUR-Sebanyak 20 tiang listrik milik PT PLN (Persero) area Cianjur, roboh dan patah, karena cuaca buruk, Akibatnya, aliran listrik ke beberapa wilayah yang jaringannya roboh, terganggu selama beberapa jam.
Supervisor Pemeliharaan Jaringan PLN Area Cianjur, Ahmad Amaludin, mengatakan, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir membuat jaringan PLN mengalami gangguan, hingga tiang jaringan di Kecamatan Gekbrong, Kecamatan Warungkondang dan satu titik di Campaka, roboh dan patah.
“Untuk di Warungkondang yaitu di Kampung Ciremis ada sembilan tiang yang roboh dan lima tiang patah serta juga ada 10 tiang yang roboh dan dua tiang patah di Belakang Hotel Caraka, sedangkan di Campaka hanya ada dua tiang yang patah,” kata dia, Senin (14/10/2019).
Baca juga : Tetapkan Status Musim Hujan, BPBD Cianjur Tunggu Surat Dari BMKG
Ia menjelaskan, robohnya sejumlah tiang dikarenakan kontur tanah di bawahnya terjadi suatu proses yang mengakibatkan terjadinya pondasi tiang tersebut tidak kuat. Sedangkan untuk tiang yang patah dikarenakan terjangan angin yang kencang serta adanya pohon yang tumbang.
“Penyebabnya ada beberapa faktor, namun kalau untuk yang patah memang kondisi jaringannya sudah lama, sehingga ketika angin kencang apalagi ada potong tumbang bisa sampai patah,” bebernya.
Menurutnya, PLN langsung menurunkan 30 personil di setiap titik yang terjadi gangguan jaringan, namun ada sejumlah lokasi yang sulit dijangkau karena medan yang sulit, sehingga normalisasi jaringan membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Waktu penanganan paling cepat membutuhkan waktu paling lama 3-4 jam. Namun dengan kondisi banyaknya tiang yang roboh dan patah membuat penanganan memakan waktu lebih lama,” ucapnya.
Ia menambahkan, agar hal serupa tidak kembali terjadi, pihaknya akan meingkatkan pemantauan kesetiap jaringan yang ada dan melakukan pemeliharaan secara berkala oleh petugas. Selain itu juga, PLN bakal memperkokoh pondasi tiang.
“Kami akan terus berupaya agar, memangkas dahan pohon yang bisa menimbulkan gangguan jaringan, agar distribuai listrik kesejumlah pelanggan dapat berjalan baik dan tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya. (zie/tif).
