fbpx

Di Antara Enam Kepala OPD Yang Kosong, Pengisin Kepala Dinkes Karawang Paling Pelik

Asep Aang Rahmatullah.

KARAWANG-Kendati Bupati Karawang, Celiica Nurrachadiana, telah melakukan rotasi dan mutasi ASN di lingkungan Pemkab Karawang pada Selasas (7/1/2020), namun ternyata masih menyisakan enam kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih kosong.

Keenam kepala OPD yang masih kosong itu di antaranya :

1. Dinas Kesehatan.

2. Dinas Komunikasi dan Informasi.

3. Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil.

4. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

5. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

6. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

Menyikapi kekosongan enam OPD tesebut, Kepala BKPSDM Karawang, Aang Rahmatullah, mengatakan, sesuai PP Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil Pasal 131 bahwa pengisian Jabatan Pratama Tinggi bisa dilakukan dengan cara rotasi dan promosi.

Baca juga : Ini Daftar 18 Pejabat Eselon II Yang Kena Mutasi Rotasi

“Nah kemarin sudah melakukan rotasi namun tetap masih menyisakan JPT yang kosong, solusinya sesuai aturan dalam waku dekat kami akan lakukan promosi dengan cara seleksi terbuka atau open bidding untuk mengisi kekosongan tersebut,” katanya kepada Prasastijabar.com, Jumat (10/1/2020).

Aang menjelaskan, sebelum melaksanakan open bidding, pihaknya akan mengajukan permohohonan izin kepada menteri. Pasalnya, berdasarkan UU Pilkada, Bupati tidak memungkinkan lagi melakukan penggantian pejabat sebelum enam bulan penetapan pasangan calon (paslon).

“Rotasi mutasi yang dilakukan kemarin, Selasa (7/1/2020), adalah batas akhir Bupati boleh lakukan penggantian pejabat, setelah itu dilarang. Jalan satu-satunya berdasarkan aturan harus mendapat persetujuan tertulis dari menteri, kami sudah ajukan surat terkait hal itu ke menteri,” ungkap Aang.

Baca juga : Cellica Ingatkan ASN Kekuatan Medsos, Rakyat Bisa Pantau Langsung Kinerja ASN

Aang juga menyoroti kepelikan pengisian jabatan pimpinan di Dinkes Karawang. Pasalnya, Plt Dinkes Karawang saat ini, Nurdin, akan segera memasuki masa pensiun pada Mei 2020. Sehingga jika penggantian pejabat tidak disetujui menteri, maka penggantian pimpinan di Dinkes jadi pelik.

Selain itu, sambungnya, kepelikan lainnya adalah ada dua jabatan yang kosong yang harus segera diisi jika Nurdin pensiun, yakni pertama jabatan kepala Dinkes Karawang dan jabatan sekretaris Dinkes Karawang yang dipegang juga oleh Nurdin. Untuk bisa menempati jabatan kepala Dinkes Karawang diperlukan spesifikasi tersendiri yang diatur dalam Permenkes.

“Kami berharap usulan surat kami disetujui menteri agar kepelikan pimpinan di Dinkes Karawang bisa teratasi,” tutupnya. (red).

Baca juga

Leave a Comment