Destinasi Wisata Religi Manggungjaya, Makam Para Bupati Karawang

Komplek Makam Para Bupati Karawang di Manggungjaya.

KARAWANG-Awalnya, Desa Manggungjaya disebut Cigobang. Nama Cigobang berasal dari sejenis senjata menyerupai golok berukuran besar. Dahulu, senjata gobang pusaka milik warga sering dibersihkan (disucikan) di sebuah sungai kecil dekat kampung dalam sebuah ritual.

Sejak itu sungai tempat membersihkan senjata gobang disebutnya Kali Cigobang. Begitu juga pemukiman terdekatnya dinamakan Kampung Cigobang.

Selanjutnya Kampung Cigobang bertambah ramai dan menjadi sebuah desa yang diberi nama Manggungjaya. Dinamakan Manggungjaya karena berhubungan dengan kisah ditemukannya makam Bupati Singaperbangsa.

Pada abad ke-16 daerah Manggung menjadi pusat pemerintahan Bupati Singaperbangsa untuk mengawasi wilayah Karawang bagian timur. Desa Manggung terhubung dengan pelabuhan Dipala yang ada di Muara Ciparage. Jalur transfortasi ditempuh melalui Kali Daun.

Karena bermukim di wilayah Sungai Ciparage maka Bupati Singaperbangsa sering disebut juga Dalem Manggung Ciparage.
Pada Mei 1677 Bupati Karawang Singaperbangsa diserang dikediamannya oleh para pemberontak. Bupati Singaperbangsa dan beberapa pengawalnya terbunuh. Mayat Singaperbangsa kemudian dibawa oleh para pengikutnya ke daerah Manggung.

Jenazah Bupati Karawang Singaperbangsa dibawa dan dikuburkan di Manggungjaya karena daerah tersebut merupakan tempat tinggal dan pusat pemerintahannya. Namun selama ratusan tahun keberadaan kuburan Bupati Singaperbangsa seolah terlupakan.

Penemuan Makam Singaperbangsa

Setelah puluhan tahun terlupakan, kuburan Bupati Singaperbangsa mulai diketahui keberadaannya. Cerita penemuannya unik.

Menurut cerita, konon warga di sana suka menjumpai orang tua dan asing yang kalau ditanya oleh penduduk maka dia suka menjawab mau ke Manggung. Pada masa itu yang disebut Manggung adalah sebuah gundukan tanah tinggi di tengah tegalan. Gundukan tanah tinggi itulah yang menjadi lokasi makam para Bupati Karawang.

Selanjutnya atas inisiatif warga di atas gundukan tanah itu di bangun sebuah saung sederhana. Pada masa itu popularitas kuburan Bupati Karawang belum terlalu ramai. Meskipun demikian para peziarah dari berbagai daerah banyak yang berkunjung.

Dalam perkembangannya Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang memutuskan untuk membangun kompleks makam yang lebih luas di Manggung. Pemda Karawang kemudian memindahkan beberapa makam bupati Karawang lainnya ke daerah Manggung. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengawasan dan pengelolaannya.

Kompleks makam Bupati Karawang di Manggungjaya dianggap memiliki nilai sakral. Muncul kepercayaan bahwa siapapun yang ingin jadi Bupati Karawang harus berkunjung ke Manggungjaya. Hal itu kemudian jadi tradisi. Masyarakat Karawang percaya bahwa siapapun yang ingin menjadi Bupati Karawang maka dia harus berziarah ke Makam Bupati Singaperbangsa.

Berikut daftar makam para Bupati Karawang di Manggungjaya :

1. Makam Adipati Singaperbangsa atau masyarakat sekitar menyebutnya Mbah Dalem Singaperbangsa (Adipati Kertabumi IV). Singaperbangsa wafat pada tahun1677 M.

2. Makam Raden Anom Wirasuta. Beliau adalah bupati ke-2 Karawang. Raden Anom Wirasuta bergelar Panatayuda I. Masa pemerintahan Panatayuda I adalah Tahun 1677 – 1721 M.

3. Makam Bupati ke-3 yang bernama Raden Jaya Negara atau yang bergelar Panatayuda I. Masa pemerintahan Panatayuda II adalah Tahun 1721 – 1731 M.

4. Makam Bupati Karawang ke-4 yang bernama Raden Marta Negara yang bergelar Panatayuda ke-3. Masa pemerintahannya adalah Tahun 1731-1752 M.

5. Makam Bupati Karawang ke-5 yang bernama Raden Mochamad Soleh dengan gelar Panatayuda IV. Periode pemerintahannya adalah Tahun 1752 – 1756 M. (red).

Sumber : Sundapura.com

Baca juga

Leave a Comment