
ilustrasi
KARAWANG-Pengusaha biro perjalanan umrah harus mengalami kerugian akibat adanya kebijakan penundaan keberangkatan umroh di Arab Saudi, dampak dari penyebaran virus corona. Direktur Haflah Tour dan Travel Karawang, Asep Tatang mengatakan, 93 jamaah yang menggunakan jasa perjalanan umrah di tempatnya harus menunda keberangkatan.
Menurut Asep, keberangkatan jamaah ditunda hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Karena, menunggu keputusan pihak kerajaan Arab Saudi.
“Bulan Maret ada 35 jamaah. April 38 jamaah dan Mei 20 jamaah. Nunggu info dari kerajaan Arab,” kata Asep.
Asep menuturkan, kerugian materi dari jamaah tidak ada. Karena visa, tiket hingga hotel dijamin oleh pemerintah Arab dan Indonesia. Jadi tidak ada keberangkatan yang hangus. Hanya saja, secara moril jamaah rugi karena telah menggelar syukuran.
“Ditunda saja. Bukan berarti gagal berangkat umroh,” kata Asep.
Dijelaskan Asep, ritme keberangkatan yang menjadi terganggu. Seharusnya dalam satu bulan Haflah Tour dan Travel bisa memberangkatkan dua kali rombongan umrah.
“Kita hanya pasrah saja menunggu informasi dari kerajaan Arab. Mereka yang mengurus keluar masuknya visa,” ujarnya.
Asep menuturkan, perusahaan harus mengatur kembali keberangkatan rombongan umrah. Karena tidak mungkin semua jamaah yang ditunda keberangkatannya diberangkatkan secara bersamaan.
“Bisa crowded (padat) di Mekkah kalau bebarengan,” pungkasnya.(naz)
