
Proses pemakaman DA di Desa Dawuan Tengah Kecamatan Cikampek
KARAWANG-Rumah Sakit Saraswati Karawang, telah mengeluarkan pernyataan terkait meninggalnya salah seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona Virus Desease (Covid-19), Minggu (29/3/2020). Pasien yang merupakan salah seorang pejabat Disnakertrans Karawang berinisial DA sempat mendapat perawatan di ruang isolasi sejak 24 Maret lalu.
“RSU Saraswati telah merawat 1 (satu) orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) belum terkonfirmasi Covid-19, dikarenakan uji usap (swab tes) belum dilakukan. Pasien dirawat di ruang isolasi rawat inap sejak tanggal 24 Maret 2020 sampai dengan 29 Maret 2020. Pasien meninggal hari Minggu tanggal 29 Maret 2020 pukul 02.00 WIB,” ujar Direktur RSU Saraswati dr. Dewvi Lo. MARS melalui pers releasenya.
Selama menunggu rujukan dari Rumah Sakit Rujukan Covid-19, lanjut dia, pihaknya melakukan perawatan langsung oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) yang merupakan doter khusus penyakit dalam. Tata laksananya pun dilakukan sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 dari Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan.
Kendati demikian, pihaknya mengaku masih terkendala dengan penunjang uji usap (swab tes) dan beberapa obat-obatan.
“Selama perawatan sudah dilakukan koordinasi dan pelaporan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dan Puskesmas Cikampek,” ungkap dia.
Ia menuturkan, tenaga kesehatan yang melakukan perawatan juga dilengkapi dengan pakaian Alat Pelindung Diri (ADP) serta dilakukan penyemprotan disinfektan di area rumah sakit. Bahkan hal itu akan diteruskan selama pandemi.
“Prosesur oemulasaraan Jenazah juga sudah dilakukan sesuai pedoman mulai dari RS sampai dengan pemakaman yang berkoordinasi dengan Puskesmas Cikampek, Kepala Desa Dawuan Tengah dan Ketua RT setempat. Laporan juga sudah kami sampaikan ke Camat Cikampek,” tuturnya.
Masih dikatakan dr. Dewvi, selanjutnya sesuai dengan arahan Bupati Karawang dan Dinkes Karawang, tenaga kesehatan dan petugas RSU Saraswati yang melakukan kontak dengan pasien dilakukan skrining dan isolasi mandiri.
“Keluarga pasien ditindaklanjuti oleh Puskesmas Cikampek,” pungkasnya.(red)
