
Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana
KARAWANG-Anggota Dewan Pakar DPRD Karawang, Nace Permana, menuding ada unsur pembiaran terhadap 16 jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih kosong hingga saat ini.
Hal itu terlihat dari tidak digelarnya lelang jabatan atau open bidding guna mengisi jabatan yang kosong tersebut. Bupati dan jajaran Bagian Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) pun terkesan menghambat laju “gerbong kepegawai” aparatnya.
Padahal, kata Nace, jika jabatan kosong itu diisi gerbong kepegawaian akan jalan sebagai mana mestinya dan pelayanan kepada masyarakat bisa dijalankan secara optimal.
Atas dasar itu, Nace mengaku akan berbicara dengan jajaran DPRD setempat agar hal itu dilaporkan kepada Gubernur Jawa Barat. Dengan demikian gubernur bisa mengetahui kondisi yang sebenarnya di Karawang
“Sebagai bupati, Cellica dan BKPSDM sudah melakukan pembiaran terhadap kekosongan jabatan. Dampaknya tidak bagus kepada pelayanan dan psykologis pegawai,” katanya.
Disebutkan, pegawai akan terganggu etos kerjanya karena merasa terhambat karir kepegawaiannya. Mereka susah naik pangkat karena peluangnya tidak dibuka oleh bupati.
Bahkan bupati terkesan hanya membuka kesempatan kepada para pegawai yang dinilai loyal terhadap dirinya saja tanpa dilihat kinerjanya. Selain itu bupati lebih suka mengangkat pejabat pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan itu.
“Saat ini sedikitnya ada 16 jabatan kepala OPD kosong sampai lebih satu tahun dan dirangkap oleh pejabat lainya. “Kami akan mengusulkan agar DPRD mengambil sikap atas sikap bupati Cellica yang membiarkan jabatan kosong hingga harus dirangkap,” kata Nace.
Kalau perlu, sambung dia, DPRD harus lapor ke gubernur agar gubernur menegur bupati Cellica. “Kalau masyarakat yang memberi masukan hanya dianggap angin lalu. Oleh karena itu Cellica perlu ditegur oleh orang yang jabatannya lebih tinggi,” katanya.
Menurut Nace, masyarakat Karawang sudah sering mengingatkan agar Bupati Cellica segera mengisi jabatan yang sudah kosong. Namun Cellica tidak pernah peduli dengan saran dan kritik masyarakat yang sudah merasa resah karena pelayanan publik menjadi terganggu. “Pastilah pelayanan publik terganggu karena pejabatnya merangkap jabatan. Bayangkan saja ada 16 kepala OPD kosong, belum setingkat camat dan kepala bidang juga dibiarkan kosong, ini terlalu,” katanya.
Apalagi, lanjut Nace, Bupati Karawang Cellica terkesan sudah tidak fokus menjalankan roda pemerintahan karena masa jabatannya akan segera berakhir. Yang bersangkutan terlihat sibuk mengurus urusan politu ketimbang mengurus rakyat.
“Terakhir Cellica sibuk mencalonkan diri sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Karawang dan gagal. Penyelenggaraan pemerintahan Cellica dijalankan secara auto pilot,” ucap Nace.(red)
