fbpx

Bupati Purwakarta Setuju Tenaga Honorer Ditiadakan

Anne Ratna Mustika

PURWAKARTA-Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika setuju terkait rencana pemerintah pusat yang berencana menghapus keberadaan tenaga honorer atau Tenaga Harian Lepas (THL) di intansi-intansi pemerintah. Ia mengganggap selama ini tenaga honorer  cukup membebani APBD. Sementara pada saat rekrutmen, mereka tidak menempuh seleksi terlebih dahulu, sehingga kualitas tenaga kerja honorer pun dipertanyakan.

“Memenuhi standar atau tidaknya tenaga honorer pada posisinya ini, kita tidak tahu karena tidak ada seleksi. Begitu juga tenaga honorer di lingkungan sekolah, mereka juga diangkat oleh kepala sekolah. Jadi kualitasnya pun dipertanyakan,” kata Anne, Senin (3/2/2020).

Terlebih, lanjut Anne, sudah saatnya tenaga honorer harus dikurangi. Selain terkait kebijakan pemerintah juga karena honorer di lingkungan Pemkab Purwakarta saat ini sudah melebihi kuota yang diperlukan.

Baca Juga: Dianggap Meresahkan dan Berbahaya, Polres Purwakarta Gencar Razia Miras Oplosan

Untuk itu Anne pun melarang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk merekrut honorer dan sejenisnya, karena pemerintah pusat memberikan waktu sampai tahun 2024 untuk tidak ada lagi pegawai dengan sebutan honorer atau sejenisnya.

“Mereka harus sudah dialihkan ke P3K dan ASN. Karena pegawai yang diakui pemerintah pusat hanya dua itu,” ujarnya.

Pemkab Purwakarta sendiri akan memulai merekrut P3K tahun ini, disamping pemerintah pusat membuka CPNS yang dapat diikuti oleh non PNS.

Baca Juga: Men Armed 2/1 Kostrad Jadikan Momen HUT ke 56 Sebagai Ajang Intropeksi dan Evaluasi

“Kalau P3K dan PNS kan mengikuti diseleksi terlebih dahulu, jadi yang lulus dapat dikatakan memiliki standar kualifikasi dan diharapkan mampu membawa perubahan Purwakarta lebih baik lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Purwakarta mengelontorkan dana milyaran per tahun untuk upah honorer.

“Biaya upah kerja THL pada 2019 saja mencapai Rp 26 miliar, memang cukup menyedot APBD,” pungkasnya.(zie/zak)

Baca juga

Leave a Comment