BLK Tidak Optimal, Perlu Formulasi Baru Tingkatkan Kompetensi Calon Tenaga Kerja

Ketua Komisi IV DPRD Karawang, Asep Syaripudin

KARAWANG-Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Katawang, dinilai masih belum optimal untuk menghasilkam calon tenaga kerja yang berkompeten sesuai kebutuhan perusahaan. Untuk itu, dibutuhkan formulasi baru dalam meningkatkan kompentensi calon tenaga kerja untuk dapat menekan angka pengangguran.

Ketua Komisi IV DPRD Karawang, Asep Syaripudin mengatakan, anggaran yang dikucurkan untuk BLK terbilang cukup besar. Namun masih belum berbanding lurus dengan hasil yang didapatkan.

Baca Juga: Polsek Ciampel dan Masyarakat Hijaukan Bantaran Citarum Kutapohaci

Anggaran BLK Rp2,5 miliar untuk 1.000 orang peserta. 600 orang tenaga kerja dan 400 orang kewirausahaan. Per orang dianggarkan Rp2,5 juta untuk seluruh kebutuhan selama pelatihan, termasuk transport peserta.

“Targetnya dari BLK ini setiap tahun bisa menyerap tenaga kerja lokal. Tapi hasilnya belum seperti yang diharapkan, karena setelah mengikuti pelatihan di BLK ini tidak semua peserta kopetensinya cukup sesuai kebutuhan perusahaan,” papar politisi Golkar yang akrab disapa Ibe tersebut, Selasa (7/1/2020).

Baca Juga: Januari 2020, Pemkab Karawang Lepas 27 Guru

Ibe menyebut, perlu adanya formulasi untuk dapat mengoptimalkan fungsi BLK di Karawang. Untuk itu, dalam waktu dekat Komisi IV akan menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan semua pihak terkait.

“Nanti kita undang Disnaker, BLK Komunitas termasuk Forum HRD untuk sama-sama mendesain solusi. Sehingga kedepan, BLK mampu melatih oara calon tenaga kerja mulai dari kompetensi, mental dan semua yang dibutuhkan perusahaan,” tandasnya.(zak)

Baca juga