KARAWANG– Terlapor kasus dugaan fee Pokir (pokok-pokok pikiran) anggota DPRD Karawang dari Fraksi PKB mengaku telah menerima surat panggilan dari pihak Kejaksaan Negeri untuk dimintai keterangan.
Mereka bakal memenuhi panggilan, Kamis (16/6/2022). “Betula kami sudah menerima surat panggilan dari Kejaksaan,” ujar salah seorang anggota DPRD Karawang dari Fraksi PKB, Acep Suyatna, saat dihubungi melalui telepon selularnya, Rabu (15/6/2022).
Namun demikian Acep tidak bersedia memberikan keterangan lebih rinci. Yang bersangkutan malah buru-buru mengakhiri pembicaraan dengan cara menutup teleponnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Praja, pemanggilan anggota DPRD dari fraksi PKB merupakan kunci untuk mengungkap kasus dugaan fee Pokir. Sebab, menucuatnya kasus fee Pokir berawal dari perseteruan Ketua PKB Karawang dengan kadernya yang duduk di DPRD Karawang.
Anggota DPRD dari PKB sempat diancam akan di-PAW karena tidak setor fee dana pokir ke DPC. Akhirnya, hal itu dilaporkan ke Kejaksaan karena dianggap akan berpengaruh terhadap kualitas proyek yang dibiayai dana Pikir.
Adanya surat undangan pemanggilan dari Kejaksaan sudah diketahui sejumlah anggota DPRD. Semua anggota Fraksi PKB sepertinya akan diperiksa serentak, Kamis besok.
Dihubungi terpisah Ketua DPRD Pendi Anwar, mengatakan, anggotanya akan koperatif memenuhi panggilan Kejari Karawang. “Sebagai warga negara yang baik kami akan datang jika diminta keterangan,” katanya, Rabu (15/6/22).
Namun kasus dugaan fee Pokir semakin melebar ketika seorang kader PKB mengeluarkan statemen yang seolah menantang Kejaksaan. Bahkan dia meminta Ketua DPRD Pendi Anwar memanggil Kepala Kejari Karawang.
Di sisi lain, dukungan masyarakat agar Kejari Karawang mengusut kasus dugaan fee Pokir hingga tuntas semakin meluas. Kalangan LSM, mahasiswa, hingga ulama sudah menyampaikan dukungannya kepada Kejaksaan.
Mereka berharap Kejaksaan mampu mengungkap kasus fee Pokir yang sudah lama menjadi rahasia umum. Harapan lebih jauh, tidak terjadi lagi penghamburan uang negara untuk kepentingan kelompok tertentu.(red)
