
Kapolres Cianjur (kaos biru) ikut semarakan sumpah pemuda.
CIANJUR-Polres Cianjur akan bekerjasama dengan instansi terkait untuk mencegah pemuda-pemudi Cianjur terpapar dari paham radikalisme dan isu hoaks yang dapat menimbulkan perpecahan.
Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi, menjelaskan, saat ini informasi sangat mudah didapat dengan kemajuan teknologi saat ini melalui media sosial dan sarana infomasi lainnya memudahkan kaum muda terpapar paham radikalisme dan hoax.
“Dengan adanya media sosial yang sangat mudah diakses oleh muda-mudi, paham radikalisme dan yang menyimpang akan mudah menjerat kaum muda termasuk di Cianjur,” katanya, Minggu (27/10/2019).
Baca juga : Fakta Tentang AR Terungkap, Sering Berdebat Dengan Orang Tua dan Warga Soal ISIS
Oleh sebab itu, kata Juang, perlu ada upaya antisipasi, salah satunya dengan pembinaan bersama oleh intansi terkait mulai dari Polres, Kodim, Pemkab Cianjur dan intansi lainnya.
“Dalam pembinaan tentu tidak bisa sendiri, harus ada kerjasama semua pihak. Karena harus dilakukan secara terus-menerus. Tidak bisa sekali saja,” ucapnya.
Bahkan di momentum Sumpah Pemuda, Polres Cianjur menggelar jalan santai, senam, dan makan gratis untuk pelajar di tingkat SMA/SMK sederajat di Taman Prawatasari Cianjur, Minggu (27/10/2019).
Baca juga : Ribuan Masyarakat Purwakarta Deklarasikan Tolak HTI
Dirinya menambahkan, hal itu menjadi salah satu upaya yang dilakukan Polres Cianjur untuk lebih mendekatkan diri dengan kaum muda,terutama pelajar. Dengan begitu pembinaan untuk mencegah paham radikalisme dan hoaks bisa lebih optimal.
“Peringatan Sumpah Pemuda ini ialah momentum besar yang tidak boleh dilewatkan untuk membina kaum muda di Cianjur. Kami pun sekaligus membina para pelajar untuk menjauhi hoaks ataupun paham radikalisme,” pungkasnya. (zie/tif).
