Bencana Kekeringan Meluas, Polres Kirim Air Bersih Gunakan Water Cannon

KARAWANG-Bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Karawang semakin parah. Sebanyak 16.289 jiwa dari 6.301 kepala keluarga kini mengandalkan pasokan air bersih dari luar untuk keperluan minum, mandi, dan cuci.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Karawang di bantu pihak Kepolisian dan swasta bahu membahu mengirim air bersih ke wilayah pemukiman yang dilanda kekeringan parah. Bukan hanya armada tanki air yang dikerahkan, pihak Polres Karawang bahkan mengirim air menggunakan water cannon untuk menjakau desa-desa yang kekurangan airair itu.

Kepala Polres Karawang, Ajun Komisaris Besar Wirdhanto Hadicaksono menyebutkan, pihaknya turun langsung menangani krisis air bersih di beberapa kecamatan. Selain masok air bersih, Polres juga tengah membuat sumur bor di wilayah Kecamatan Tegalwaru.

“Hari ini kami kirim 15.000 liter air bersih ke Dusun Cibenda, Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel. Di sini ada belasan RW yang terdampak kekeringan,” ujar Wirdhanto, jSelasa (12/8/2023).

Menurutnya, sumber air bersih di daerah tersebut sudah kering. Akibatnya, warga harus membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Dijelaskan, agar warga tidak terlalu terbebani oleh kelangkaan air, Polres bakal menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang memerlukannya.

Saat ini, lanjut Wirdhanto, pihaknya tengah membangun sumur bor di daerah Kecamatan Tegalwaru. Diharapkan dalam waktu dekat sumur bor itu sudah bisa menghasilkan air dan bisa digunakan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kepala Bidang Darlog, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Ferry Muharam mengatakan, kekeringan di Karawang Selatan yang sebelumnya yang berdampak terhadap hutan dan lahan, kini sudah merambah ke wilayah pemukiman.

“Kalau sebelumnya kekeringan berdampak pada lima desa di dua kecamatan, sekarang meluas hingga menyentuh masyarakay di tiga belas desa di empat kecamatan. Diprediksi jumlah desa terdampak akan terus bertambah karena musim kemarau masih berlangsung,” kata Ferry.

Menurutnya, berdasarkan data yang masuk ke BPBD, sudah ada 16.289 jiwa dari 6.301 KK yang terdampak kekeringan. Sebagai solusi sementara, pihak Pemda Karawang kini rutin mengirimkan air bersih ke desa-desa terdampak.

“Setiap hari dari pagi hingga dini hari, kami mengirim air bersih secara bergantian ke setiap desa,” katanya.

Dijelaskan, tigabelas desa di empat kecamatan yang mengalami kekeringan ronciannya adalah Kecamatan Tegalwaru sebanyak 5 desa yaitu Desa Cigunungsari, Kutalanggeng, Cintalaksana, Kutamaneuh dan Cintalanggeng. Penduduk yang terdampak sebanyak 4.166 jiwa dari 1.391 KK.

Kemudian di Kecamatan Pangkalan terdiri dari 6 desa yaitu Desa Kertasari, Jatilaksana, Tamanmekar, Mulangsari, Cintaasih dan Medalsari. Penduduk yang terdampak sebanyak 8.669 jiwa dari 3.458 KK.

Di Kecamatan Telukjambe hanya satu desa yang terdampak kekeringan yaitu Desa Wanakerta. Penduduk berjumlah 2.273 jiwa dari 988 KK.

Demikian pula di Kecamatan Ciampel hanya satu desa yang terdampak yaitu Desa Ciampel. Penduduk desa itu berjumlah 1.181 jiwa dari 464 KK.(red) 

Baca juga