Bangunan Bekas Mess Atlet Porprov Jabar 2006 Kini Memprihatinkan

KARAWANG-Dianggap angker dan menakutkan, rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) milik Pemerintah Kabupaten Karawang nyaris tak berpenghuni. Masyarakat sepertinya tak mau menempati bangunan itu, kendati harga sewanya sangat murah.

Saat ini, Rusunawa yang terletak di Jalan dr Tarono Kelurahan Adiarsa Barat, Karawang Batat itu hanya dihuni 24 keluarga. Padahal jumlah kamarnya ada 80 unit.

“Sewanya kamar di lantai 1 hanya Rp 200 ribu per bulan, sedangkan kamar di lantai dua disewakan Rp150 ribu per bulan, dan lantai tiga disewakan Rp135 ribu per bulan,” ujar salah seorang penghuni Rusunawa Karawang, Junaedi (70), Senin (11/10/2021).

Junaedi mengaku terpaksa tinggal di tempat itu karena tidak punya rumah sendiri. Dia sudah beberapa tahun menempati salah satu kamar Rusunawa.

“Sering ada suara suara aneh terdengar dati ruangan lain. Mungkin itu yang membuat orangblain takut tinggal di Rusunawa ini,” katanya.

Dijelaskan, karena jarang yang ada menempati, sejumlah kamar Rusunawa kini dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan lantai paling atas sudah tidak bisa digunakan lagi.

Menurut Junaedi, Rusunawa sangat tak terawat. Kamar mandi di dalam kamar semuanya tidak bisa digunakan, sehingga dibuat kamar mandi portabel di sejumlah tempat.

Selain itu, saluran air tidak berfungsi. Akibatnya, terjadi rembesan dari atap ketika hujan turun.

“Bangunan Rusnawa terdiri dari 4 lantai. Di lantai satu kamar yang layak ditempati hanya ada 8 unit, lantai dua juga 8 kamar, dan lantai tiga ada 8 kamar yang bisa ditinggali. Sementara lantai empat itu tidak yang bisa dipakai,” katanya.

Dihubungi terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dedi Ahdiat mengatakan, sepinya penghuni Rusunawa membuat pihaknya tidak bisa melakukan perawatan secara baik.

“Kami sudah berupaya merenovasi, tetapi peminatnya yang kurang,” kata Dedi.

Dijelaskan, Rusunawa itu dibangun oleh Kementerian PU tahun 2005 untuk keperluan mess atlet yang akan mengikuti Porprov Jawa Barat di Karawang tahun 2006. Berbarengan dengan pembangunan Sport Hall yang didirikan di lahan bekas Rumah Sakit Umum Daerah.

“Mess atletnya dibangun dekat area pemakaman milik rumah sakit. Jenazah yang tidak diambil kerabatnya dimakamkan di situ,” kata Dedi lebih lanjut.

Setelah Porprov Jabar usai, mess atlet disulap menjadi Rusunawa dan disewakan kepada masyarakat. Namun, kerena lokasinya kurang strategis, minat masyarakat sangat rendah.

Padahal, sambung Dedi, masyarakat hanya diminta uang sewa karena biaya penggunaan listrik dan air ledeng ditanggung Pemkab Karawang.

Menurut Dedi, pihaknya kemungkinan akan membangun Rusunawa khusus karyawan di Jalan Interchange Karawang Barat. “Lokasinya strategis. Mudah-mudahan peminannya membludak,” katanya. (Red)

Baca juga

Leave a Comment