Balik Melawan, PK Kutawaluya : PO Yang Digunakan Sudah Kadaluarsa dan Surat DPD Jabar Diduga Aspal

Ketua DPD Golkar Karawang, Sukur Mulyono. (Foto : Latif/Praja).

KARAWANG-Perseteruan Ketua DPD Golkar Karawang, Sukur Mulyono, dengan sejumlah pegurus kecamatan (PK) tampaknya masih belum anti-klimaks.

Berpijak PO bernomor PO-13/DPP/Golkar/2011 tentang Disiplin dan Sanksi Organisasi, Mulyono melayangkan panggilan ke beberapa PK untuk dimintai klarifikasi usai mendapat ‘surat sakti’ dari DPD Golkar Jawa Barat.

Ketua PK Kutawaluya, Ade Mantri, mengatakan, dirinya siap memberikan klarifikasi atau hak jawab bila dipanggil DPD Golkar Karawang. Namun, ia mempertanyakan keabsahan PO yang dijadikan pijakan DPD Golkar Karawang dan ‘surat sakti’ dari DPD Jawa Barat.

Baca juga : Siap-Siap, PK Golkar Yang Masih Bandel Bakal Dipecat

“PO yang digunakan sudah kadaluarsa dan surat DPD Golkar Jabar diduga aspal,” kata Ade Mantri kepada Prasastijabar.com, Rabu (2/10/2019).

Ia menjelaskan, PO bernomor PO-13/DPP/Golkar/2011 tentang Disiplin dan Sanksi Organisasi sudah dicabut oleh DPP dan digantikan dengan PO bernomor 15/DPP/Golkar/2017. Selain itu, ia juga mendapat informasi bila pihak DPD Golkar Jawa Barat tidak mengeluarkan surat seperti surat yang diklaim Mulyono.

“Namun info itu akan saya cek lebih lanjut,” ucapnya.

Pasalnya, lanjutnya, bila surat itu memang sudah dikeluarkan oleh DPD Jawa Barat, maka biasanya dirinya dan sejumlah PK yang melayangkan somasi akan menerima salinan suratnya.

Baca juga : Aman Dari Kudeta, Mulyono Berhasil ‘Pukul Mundur’ 22 Mosi Tidak Percaya PK

“Pada kasus Sri Rahayu ketika diganti pun, kami menerima surat salinannya,” ungkapnya.

Ade Mantri pun mempersoalkan statemen Mulyono yang berkoar-koar soal adanya dugaan sejumlah uang yang mengalir ke beberapa PK.

“Apa dia lupa ketika ingin mengganti Sri Rahayu memberikan sejumlah uang kepada PK sebesar Rp50 juta,” pungkasnya.

Sementara itu Sukur Mulyono ketika dihubungi Prasastijabar.com melalui telepon selularnya untuk dimintai keterangan tidak mengangkatnya. (red).

Baca juga

Leave a Comment