fbpx

Anak Berusia 11 Tahun di Purwakarta Meninggal Karena DBD

Fogging yang dilakukan pihak Kecamatan Darangdan untuk mencegah DBD

PURWAKARTA-Akibat terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) seorang anak berusia 11 tahun asal Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta meninggal dunia. Sebelumnya, anak bernama Muhamad Nazwar Alamin tersebut sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Darangdan karena mengalami demam tinggi.

Sekertaris Desa Linggamukti, Udus Sutisna yang juga merupakan ayah dari anak yang akrab disapa Nazwar tersebut mengatakan, segala upaya telah dilakukan untuk kesembuhan anak keduanya itu hingga membawanya ke Rumah Sakit.

“Namun apa dikata takdir berkehendak lain, hingga pada Sabtu (4/1/2020) lalu anak saya tidak tertolong dan meninggal di rumah sakit,” ungkapnya, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga: Pelayan Warung di KM 88 Cipularang Dicabuli Majikan

Sementara, untuk menekan angka penyebaran penyakit yang diakibatkan nyamuk Aedes Aegypti tersebut, pihak Kecamatan Darangdan langsung melakukan fogging atau pengasapan ke tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Mudah-mudahan dengan fogging yang kita lakukan ini masyarakat akan terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti itu,” kata Camat Darangdan Ade Sumarna.

Baca Juga: Lagi, Kecelakaan di Tol Cipularang Telan Korban Jiwa

Lebih lanjut Ade menyebutkan, fogging tersebut hanyalah bersifat sebagai pencegahan dalam menanggulangi wabah DBD. Pencegahaan yang sebenarnya kembali lagi kepada kesadaran masyarakat menjaga lingkungannya seperti melakukan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara melakukan 3 M yakni menguras, membersihkan bak mandi dan mengubur barang bekas.

“Imbauan kami kepada warga agar sering membersihkan wilayah rumah melalui program PSN, melakukan 3M karena nyamuk sering bersarang di genangan air dan gantungan baju. Karena jentiknya di situ, kami mau merubah secara nyata agar warga terhindar dari berbagai penyakit,” pungkasnya.(wes/zak)

Baca juga

Leave a Comment