
Warga melintasi Sungai Cibeet di Dusun Cicangor, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang menggunakan jembatan kecil yang dibangun secara swadaya. Sementara kendaraan roda empat atau lebih belum bisa melintas, sehingga mengakibatkan jumlah wisatawan ke Karawang Selatan anjlok hingga 80℅ pada musim libur Lebaran tahun ini.
KARAWANG – Dibanding tahun sebelumnya jumlah pengunjung ke objek wisata di Karawang Selatan pada musim libur Lebaran tahun ini anjlok hingga 80 persen. Penurunan jumlah wisatwan yang drastis itu dipastikan akibat terputusanya akses menuju Karawang Selatan awal Ramadan silam.
Jembatan Cibeet di Dusun Cicangor, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan ambles hingga tidak bisa dilintasi kendaraan, baik motor maupun mobil. Sementara pembangunan jembatan sementara (bailey) yang dididirkan di atas jembatan eksisting ternyata malah ikut ambles.
Padahal sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat menjanjikan jembatan bailey bakal rampung 1 pekan sebelum Lebaran. Kenyataannya, hingga saat ini jembatan bailey belum bisa digunakan warga.
“Bagai mana wisatawan mau piknik ke Karawang selatan, kalau aksesnya terputus. Mereka malas jika harus berputar melalui Kabupaten Bekasi,” ujar Didi, warga Loji, Karawang Selatan, Rabu (2/4/2025).
Menurut Didi, saat ini warga hanya bisa melintasi Sungai Cibeet di Dusun Cicangor menggunakan sepeda motor malalu jabatan penyebrangan orang (JPO) yang dibangun warga setempat secara swadaya. Sementara kendaraan roda empat atau lebih harus berputar sejauh puluhan kilometer untuk menjangkau objek wisata di Karawang Selatan.
“Hal ini yang menyebabkan jumlah wisatawan ke Karawang Selatan anjlok drastis,” ujarnya.
Padahal, lanjut dia, di Karawang Selatan terdapat sejumlah destinasi wisata alam yang banyak diminati warga, seperti Curug Cigentis, Kampung Turis, dan Puncak Sempur. Kini objek wisata tersebut sepi pengunjung.
Hal senada dikatakan Saepul Riki, pengusaha kuliner Saung Koffie Hideung yang berlokasi di Puncak Sempur, Desa Cintalaksana, Kecamatan Tegal Waru, Karawang Selatan. Dia menuturkan, pada musim libur Lebaran tahun lalu, kunjungan wisata ke Karawang Selatan bisa mencapai angka 30.000 orang per hari. Tapi sekarang paling hanya tembus angka 6.000 orang per hari.
Jumlah wisatawan sebanyak itu, sambung dia, merupakan akumulatif jumlah kunjungan ke berbagai objek wisata, seperti Curug Cigentis, Kampung Turis, dan destinasi wisata lainnya. “Lebaran tahun ini memprihatinkan bagi kami pengelola tempat wisatawan di Karawang Selatan,” ujarnya.
Molornya pebangunan Jembatan Bailey Cicangor diakui Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat, Ucok. Dia menyebutkan, pembangunan jembatan bailey sebenarnya sudah hampir selesa. Namun, tiba-tiba kondisi tanah labil sehingga tumpuan jembatan kembali rubuh.
“Ambles jadi kepending. Terakhir kondisi tanah tidak support, jadi terkendala,” ujar Ucok kepada awak media, Selasa (1/4/2025).
Menurutnya, pembangunan bailey merupakan kewenangan DBMPR, sehingga pihaknya bertanggung jawab penuh untuk segera menuntaskan perbaikan. Rencananya, pengerjaan akan dimulai kembali pada 10 April 2025 dan ditargetkan rampung dalam waktu dua minggu.
“Jalur pengganti sementara lewat Jembatan Cibeet, keluar di Loji. Kami juga mengecek alternatif lain dan menyiagakan petugas di lokasi. Semua sudah siap, tinggal menunggu kondisi tanah stabil untuk pembangunan permanen. Targetnya 14 hari selesai,” jelasnya.(red)
