Puluhan Siswa Di Cianjur Keracunan Jajanan Sekolah

Sejumlah siswa sedang diberikan penangan medis di Puskesmas Sukanagra. (Foto : Fauzie/Praja).

CIANJUR-Sedikitnya, 24 siswa TK Tunas Karya PTPN VIII dan SDN 3 Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, alami keracunan. Diduga akibat mengonsumsi jajanan sekolah, Selasa (28/10/2019).

Camat Sukanagara, Dede Saputra, mengatakan, kejadian keracunan tersebut pertama kali diketahui ketika sejumlah siswa SDN Sukanagara 3 mengeluhkan pusing, mual dan muntah-muntah. Namun berselang belasan menit, siswa yang mengeluhkan hal serupa bertambah banyak.

“Tidak hanya dari siswa SD, tapi beberapa orang siswa TK Tunas Karya yang berdekatan dengan SD Sukanagara 3 juga mengeluhkan hal serupa,” katanya saat dihubungi melalu telpon selular.

Baca juga : Lima Siswa SDN Bojong Keracunan Umbi Gadung

Ia mengatakan, siswa yang mengalami gejala pusing mual, dan muntah telah dibawa ke Puskesmas Sukanagara untuk diberi penanganan medis, sedangkan penjual makaroni dibawa ke Kapolsek Sukanagara untuk dimintai keterangan.

“Para siswa diduga keracuanan setelah mengkonsumsi makaroni yang dijual di depan sekolah. Kemungkinan dari makaroninya atau bumbunya sudah basi, sebab siswa juga ada yang menyebutkan rasanya sedikit masam. Tetapi untuk jelasnya oleh pihak kepolisian sedang diperiksa,” ujarnya.

Baca juga : Berujung Keracunan, Koperasi Pengelola Konsumsi Pegawai RSUD Cianjur Akui Lalai

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukanagara, Tuti Amalia, mengatakan, para siswa tersebut dibawa ke Puskesmas pada pukul 10.00 WIB. Total siswa yang mengalami keracunan dan mendapat penanganan medis ada 24 siswa, terdiri dari 18 siswa SD dan 6 siswa TK.

“Kami sudah beri penanganan medis, beberapa korban berangsur pulih. Tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit, masih bisa ditangani di Puskesmas. Kemungkinan beberapa jam setelah ditangani kondisinya akan kembali membaik dan bisa pulang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, untuk sampel makanan sudah dibawa oleh Puskesmas dan nantinya makan dilakukan uji labolatorium oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.

Baca juga : Sejumlah Warga Cilaku Keracunan Hirup Gas Kaporit PDAM Cianjur

“Untuk memastikan apakah dari makaroni atau dari bumbunya. Atas peristiwa itu ke depannya kami dari Puskesmas juga akan melakukan sosialisasi agar siswa tidak jajan sembarangan,” tandasnya. (zie/tif).

Baca juga