Dewan Taman Reses 1 Tahun 2025/2026 di 6 Desa, Ini Aspirasi yang Disampaikan Masyarakat

KARAWANG-Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Gerindra, Taman SE., telah melaksanakan reses di enam deaa yang ada di daerah pemilihan (dapil) tiga. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai Tanggal 28 Oktober hingga 2 November 2025.

Reses merupakan kegiatan rutin Anggota DPRD sebagai mana diatur dalam Pasal 161 huruf (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam regulasi tersebut mewajibkan Anggota DPRD kabupaten/kota untuk bertemu konstituennya secara rutin saat reses untuk menyerap aspirasi.

Reses juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD yang menentukan hal-hal teknis pelaksanaan reses, seperti durasi maksimal (paling lama 6 hari kerja) dan kegiatan yang bisa dilakukan per anggota.

“Alhamdulillah Kegiatan Agenda Reses 1 Masa Sidang Tahun 2025/2026 sudah selesai di laksanakan,” ungkap Anggota DPRD Kabupaten Karawang dapil tiga tersebut.

Taman mengungkapkan, kegiatan Reses dilakukan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat menampung usulan kebutuhan pembangunan, melaksanakan fungsi pengawasan implementasi kebijakan, program pembangunan daerah, juga meningkatkan partisipatif masyarakat dalam proses pembuatan kebijkan publik dan Pemerintahan. Serta memberikan Pertanggungjawaban moral kepada konstituen/masyarakat atas kinerja selama masa sidang. Reses juga tentunya momentum bersilaturahmi dengan konstituen/masyarakat untuk membangun hubungan yang lebih baik.

“Saya melaksanakan kegiatan Reses di 6 Desa yang berada di dapil 3 dari 5 Kecamatan, dari tanggal 28 Oktober hingga 2 November 2025. Saat reses saya juga menyempatkan melakukan Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Penanggulangan TBC, Perda Nomor 9 Tahun 2023 Tentang Penyelenggaraan Bank Sampah serta Perda Perubahan Nomor 9 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Sampah,” ungkapnya.

Saat Dewan Taman melaksanakan Reses di Desa Batujaya Kecamatan Batujaya, masyarakat mengusulkan pembangunan terakait pembangunan RKB SDN Batujaya 2, Pembangunan Rutilahu bagi masyarakat yang rumahnya tidak layak, leaningan saluran air, SAB dan Pemagaran Mushola serta normalisasi saluran air.

Lalu di Desa Kendaljaya, Kecamatan Pedes, masyarakat mengusulkan Pembangunan terkait Pemagaran dan Pengarugan TPU, Pembangunan Rutilahu, Pembangunan Drainase, pembangunan PJU, kenaikan honor guru ngaji.

Di Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, masyarakat mengusulkan pembangunan terkait adanya Uji Lab terhadap air pasang laut dari sungai untuk tambak, karena di khawatirkan ada pencemaran air. Hal itu terindikasi karena dulunya tambak ikan bisa panen 4 sampai 5 bulan, sekarang mencapai 7 sampai 8 bulan pertahun.

“Masyarakat Desa Tajung Pakis jiga mengusulkan Normalisasi saluran air sungai, kebutuhan uera subsidi buat tambak, Pemagaran dan pengarugan halaman masjid, pembangunan drainase, pembangunan Jembatan penghubung dsn sompek pakis dan desa Segarjaya, pembangunan Rutilahu, Kebutuhan Sarana Air PDAM karena di Pakisjaya belum tersedia,” papar Taman.

Di Desa Solokan, Kecamatan Pakisjaya, masyarakat mengusulkan pembangunan terkait Normalisasi saluran irigasi dari segaran sampai Desa Solokan, Pembangunan Rutilahu, Pemgawasan debit air untuk sarana pertanian Desa solokan, pembangunan PJU, adanya Verifikasi ulang oleh Dinsos terhadap pemberian Bansos yang tidak tepat sasaran, pembangunan Drainase, adanya TPST Kecamatan Pakisjaya, tersedianya tenaga kerja untuk masyarakat bekerja di perusahaan, kepastian tenaga honor diangkat menjadi P3K.

Di Desa Medan Karya, Kecamatan Tirtajaya, masyarakat mengusulkan terkait pembangunan prioritas terakait Normalisasi saluran irigasi Medankarya perbatasan dgn desa Karyamakmur, pembangunan jalan poros desa Medankarya perbatasan dgn desa Karyabakti serta medankarya-Tambaksari, pembangunan Jembatan, pembangunan Leaningan, perbaikan gorong”, pembangunan PJU, pengadaan lahan SMP satu Atap Kecamatan Tirtajaya untuk Lapangan olahraga/upacara dan pembangunan Rutilahu.

Lalu di Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya saya melaksanakan Reses kemudian dilanjutkan peresmian Pembangunan mushola Darululum, usulan reses yang disampaikan masyarakat terakait normalisasi saluran air sawah yg urgen bagi pertanian, pembangunan Rutilahu diperbanyak, Pembangunan Implecement dan Pemagaran Halaman majlis talim Darululum untuk PHBI, Pembangunan Drainase, Penambahan honor guru ngaji, dan pengarugan TPU.

Masih kata Taman, Pembangunan Rutilahu masih menjadi prioritas usulan pembangunan dari 6 Desa. Pada Tahun Anggaran 2025. Dewan Partai Gerindra tersebut melaksanakan 48 Unit pembangunan Rulahu melalui program aspirasi.

“Dari Hasil Reses ini semoga apa yg menjadi usulan masyarakat dapat terealisasi dalam bentuk pembangunan, sehingga dapat terwujudnya infrastruktur yang lebih baik dan penguatan kesejahteraan sosial serta dapat dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.

Reses yang dilakukan Dewan Taman di hadiri oleh Kepala Desa dan jajaran, ketua PAC Gerindra serta Ranting, BPD, LPM, Karangtaruna, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Masyarakat secara umum.(red) 

Baca juga