KARAWANG-Ada pemandangan tak biasa di halaman parkir pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) plant 3, yang berlokasi di Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Sabtu (21/6/2025). Sejumlah kendaraan berat berjejer rapi, satu di antara terlihat bergerak meliuk-liuk kemudian menjatuhkan tugu plastik warna merah menggunakan sudut belakang kendaraan.
Atraksi rumit itu tak pelak mengundang tepuk tangan orang yang melihatnya. Tak lama berselang satu unit forklift mengangkat bola basket dan memasukan bola tersebut ke dalam keranjang secara akurat. Lagi-lagi tepuk tangan bergema di halaman parkir TMMIN.
Siang itu, memang sedang ditampilkan keahlian para sopir angkutan logistik yang telah dinyatakan menang kontes. Mereka silih berganti menunjukan keahliannya dalam mengendalikan kendaraan logistik di hadapan para pentinggi TMMIN, Pejabat Kementerian Perhubungan, KNKT, Asosiasi Angkutan Logistik, dan tentunya para awak media.
Sebelumnya para sopir itu telah mengikuti Logistics Skill Contest yang digelar pihak TMMIN dan mereka adalah para pemenangnya. TMMIN Logistic Skill Contest sendiri telah memasuki penyelenggaraan yang ke-14 tahun.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, dalam acara itu menyebutkan, sebagai bagian dari industri otomotif nasional, Toyota Indonesia menyadari pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dalam menghadapi dinamika industri. Toyota juga berperan serta dalam revolusi Industri 4.0 dan tantangan dekarbonisasi menuju Net Zero Emission.
Nandi menyebutkan, penguasaan teknologi dan keterampilan tinggi menjadi kunci untuk memperkuat daya saing di era transformasi digital saat ini. Sejalan dengan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), PT TMMIN secara konsisten mendorong terciptanya masa depan yang lebih hijau dan efisien.
“Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Logistics Skill Contest. Hal ini sebagai bagian dari kontribusi terhadap rantai pasok logistik berkelanjutan, yang menekankan aspek keselamatan, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap target netralitas karbon melalui konsep Green Logistics,” kata Nandi.
Menurutnya, salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang logistik yang menjadi kunci utama. Langkah ini diambil guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif.
Upaya ini juga sejalan dengan strategi nasional dalam memperkuat konektivitas logistik, mempercepat transformasi digital, dan meningkatkan efisiensi sistem transportasi di seluruh wilayah Indonesia.
“Logistik memegang peranan penting terhadap kelancaran supply chain (rantai pasok). Dan di tengah tingkat persaingan produsen otomotif nasional saat ini yang semakin ketat. Logistik berperan besar untuk meningkatkan daya saing dalam segala aspek, yaitu Safety, Quality, Delivery, dan Cost,” ujar Nandi Julyanto lebih lanjut.
Nandi berharap, manajemen vendor dapat terus meningkatkan aktivitas Green Logistics yang saat ini sudah mulai dijalankan, seperti Eco Driving Management, Eco Driving Behaviour, dan Truck Preventive Management.
“Aktivitas tersebut tidak hanya menurunkan emisi CO2, tetapi juga mengurangi konsumsi bahan bakar kendaraan, yang secara keseluruhan akan mendukung peningkatan daya saing perusahaan,” kata Nandi.
Dijelaskan juga, TMMIN Logistic Skill Contest 2025 diikuti oleh 31 mitra logistik TMMIN yang berperan penting dalam menjalankan
operasional harian, termasuk didalamnya pengelolaan dan pengiriman barang.
Saat ini, total operasional perjalanan di TMMIN mencapai 1.195 trip per hari, yang terdiri dari 1.066 trip oleh 9 Logistic Partner- Milkrun (LP), 83 trip oleh 14 Trucking Company-Container (TC), dan 28 trip oleh 5 Car Carrier (CC).
Penerapan eco-driving menjadi kunci efisiensi untuk meminimalkan jejak karbon dari aktivitas tersebut. Karenanya, sejak awal penyelenggaraan skill contest, TMMIN telah memprioritaskan peningkatan kompetensi mitra logistik, tidak terkecuali para driver sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan keselamatan.
Dukung Kelancaran Produksi dan Komitmen Keselamatan Berkendara
Tahun ini, 1.155 peserta dari 30 perusahaan turut berpartisipasi dalam ajang TMMIN Logistic Skill Contest 2025. Kategori yang diperlombakan dalam Individual Skill Appreciation mencakup Forklift Contest, Driving Contest, Container Yard Operation Contest, Master Trainer Contest, Manager Kaizen Contest dan Best Operation Management. Tidak hanya itu tahun ini “Master Tenko” menjadi kategori baru, dimana penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian total baik secara individu maupun manajerial terkait implementasi sistem manajemen kesiapan kerja baik fisik dan mental.
Sementara itu, Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam menegaskan, pihaknya senantiasa berupaya memastikan sistem operasional yang efisien dan aman dalam setiap distribusinya, dengan menekankan pentingnya peran SDM dalam aspek keselamatan.
Mengingat risiko kecelakaan dalam proses distribusi atau logistik dapat menghambat proses produksi dan merugikan banyak pihak, peningkatan kompetensi SDM menjadi faktor utama untuk mengurangi risiko serta memperkuat rantai pasok industri di Indonesia.
“TMMIN Logistic Skill Contest menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan seluruh pelaku logistik dalam menghadapi tantangan sektor otomotif dan logistic. Faktor keselematan berkendara dan pengoperasian equipment logistic yang aman adalah kunci yang berpengaruh langsung pada kelancaran produksi dan kepuasan pelanggan,” jelas Bob Azam.
Selain peningkatan kecakapan pengemudi dalam berkendara secara aman, saat ini operasional logistik TMMIN telah mengimplementasikan sistem aplikasi digital yang diinisiasi oleh TMMIN untuk memantau dan mencegah kecelakaan.
Sistem ini bekerja untuk memantau kondisi kesehatan baik fisik maupun psikis pengemudi secara realtime guna menentukan kelayakan pengemudi untuk menjalankan tugas.
TMMIN juga akan terus melakukan ekspansi sistem dengan menambahkan fitur-fitur berbasis Artificial Intelegence (AI) yang mampu mendeteksi tanda-tanda kelelahan atau kurangnya fokus saat mengemudi. Selain itu, sistem pemantauan perilaku berkendara berbasis Global Positioning System (GPS) juga akan diterapkan untuk mendukung praktik eco-driving, sekaligus melacak jejak karbon yang dihasilkan dari setiap perjalanan.
Bob Azam berharap para mitra logistik dapat mengimplementasikan pemanfaatan teknologi dengan baik agar TMMIN dan rantai pasoknya dapat terus menjadi industri yang relevan dan berkelanjutan.
Tak hanya berperan sebagai katalisator dalam ekosistem otomotif nasional yang menjunjung tinggi keselamatan berkendara dan mendukung netralistas karbon, TMMIN dan rantai pasoknya juga dapat mewujdukan visinya menjadi “National Supply Chain Role Model & The Best Logistic Operation in Asia Pasific”.(red)
