Mendiskreditkan LSM Sama Saja Menutup Mata Terhadap Kerja Kemanusiaan

KARAWANG – Pendiskreditan terhadap Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kembali mencuat di ruang publik, usai viralnya tangkapan layar dari grup WhatsApp internal BPC HIPMI Karawang yang menganggap rendah peran LSM.

Cakra, Wakil Sekretaris Ormas 234 Solidarity Community (234 SC) Karawang, menyayangkan sikap sebagian pihak yang cenderung mendiskreditkan LSM tanpa memahami kontribusi riil mereka.

“Mendiskreditkan peran LSM tanpa memahami kontribusinya adalah seperti mencela lampu karena tidak bisa menyinari seluruh dunia,” ujar Cakra
Menurut Cakra, LSM memiliki rekam jejak panjang dalam mengisi kekosongan negara, terutama di sektor-sektor vital seperti lingkungan, hukum, pendidikan, dan kemanusiaan. Ia menyebut, di banyak tempat, justru LSM yang lebih dulu hadir saat krisis, dan menjadi yang terakhir bertahan setelah semua pergi.

“Lihat WALHI, mereka sudah puluhan tahun melindungi hutan dan laut dari perusakan industri. Atau KontraS dan LBH yang selalu berdiri membela rakyat kecil ketika hukum terasa tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” jelasnya.

Di sektor kemanusiaan, lanjutnya, lembaga seperti Dompet Dhuafa dan PKPU hadir hingga ke pelosok negeri, memberikan layanan yang bahkan belum dijangkau negara. Begitu pula dalam isu perempuan dan anak, Komnas Perempuan dan Yayasan Pulih terus berjuang mendampingi korban kekerasan.

“Di tengah situasi krisis iklim, ketimpangan pendidikan, dan menyempitnya ruang sipil—LSM masih terus bersuara meski sering dibungkam,” kata Cakra. “Itu bukti keberanian sipil yang tidak bisa dianggap remeh.” tukasnya.(red) 

Baca juga