
KARAWANG-Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 1 Cikampek punya berbagai program untuk meningkatkan kedisiplinan siswa serta mencegah siswa terlibat kenakalan pelajar. Berbagai program itu melibatkan seluruh warga sekolah, orang tua siswa hingga instansi eksternal seperti Polri, Kejaksaan, Dinas Kesehatan dan lembaga psikologi.
Kepala SMAN 1 Cikampek, Drs. H. Agus Setiawan MPd., mengatakan, di internal sekolah pihaknya membentuk satgas anti bullying. Dimana anggota satgas tersebut merupakam para siswa sendiri. Selain itu, ada juga Satgas Pelajar yang dibentuk bersama sekolah lain untuk pencegahan tawuran.
“Satgas ini sesuai dengan program dari Kemendikbud tentang anti kekerasan dan sekolah raman anak,” ujarnya, Kamis (22/8/2024).
Untuk meningkatkan sinergitas antara sekolah dengan orang tua murid, SMAN 1 Cikampek juga memiliki program parenting, dimana minimal dua kali dalam satu semester akan dilaksanakan diskusi antara guru wali kelas dengan para orang tua murid.
“Dalam diskusi ini disampaikan berbagai permasalahan yang dialami siswa di dalam lingkungan sekolah, baik itu dalam bidang akademik atau pun non akademik. Sehingga dicarikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan siswa,” ungkap Kepala Sekolah.
Orang tua siswa juga diwajibkan untuk mengirimkan makan siang bagi anaknya ke sekolah. Karena dengan jam pelajaran yang dimulai pukul 7 hingga 15.30 WIB, sedangkan pihak sekolah tidak menyediakan kantin yang menjual makanan berat.
“Tujuan orang tua mengantarkan makan siang ini sebagai bentuk tanggung jawab orang tua terhadap anak ketika masih di lingkungan sekolah, sehingga anak pun merasa diperhatikan oleh orang tuanya. Maka dari itu pihak sekolah sengaja tidak menyediakan kantin. Dengan begitu, anak dapat lebih termotivasi dalam belajar di sekolah,” kata H. Agus.
Bagi siswa yang beragama islam, diwajibkan untuk Shalat berjamaah di sekolah. Setiap hari jumat, siswa yang beragama kristen akan didatangkan gurun pendidikan agama Kristen, sedangkan yang beragama Katolik diberikan waktu untuk ke gereja dan yang beragama Budha ke Wihara.
“Hari jumat itu kita jadikan momentum untuk para siswa mendekatkan diri kepada Tuhan,” ungkapnya.
Kedisiplinan di SMAN 1 Cikampek tidak hanya berlaku untuk siswa, tapi seluruh wagra sekolah. Para guru pun dituntut untuk disiplin dan akan mendapatkan punishment jikan kedapatan melanggar aturan.
Selain program internal, SMAN 1 Cikampek juga memiliki berbagai program yang dikerjasamakan dengan pihak eksternal, seperti Program Jaksa masuk sekolah dan Polisi Masuk sekolah.
“Dengan Kejaksaan kami kerjasama untuk antisipasi kenakalan pelajar, begitu pun dengan kepolisian dilakukan sosial keselamatan dan ketertiban berkendara dan bahaya Narkotika,” papar H. Agus.
“Lalu kami juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan, baik itu kesehatan jasmani atau pun mental anak,” tuturnya.
Masih kata H. Agus, pihaknya juga bekerjasama dengan lembaga Psikolog untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mental siswa. “Anak yang bermasalah dalam bidang apa pun yang terkait dengan kondisi kejiwaan anak bisa langsung didiskusikan dengan psikolog, bukan hanya guru BK,” tandasnya.(zak)
