Kartu Tani Belum Diaktivasi, Petani Tirtamulya Kesulitan Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

Ilustrasi

KARAWANG– Sejumlah petanda di Desa Cipondoh, Kecamatan Tirtamulya, mengaku kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Sebab mereka harus punya kartu tani terlebih dahulu agar bisa membeli pupuk bersubsidi ke kios.

Ironisnya, petani yang sudah memiliki kartu tani pun tetap sulit menebus pupuk bersubsidi kerena kartu taninya belum diaktivasi. “Saat kami belum mendapatkan pupuk. Padahal tanaman padi milik sudah memasuki usia pemupukan,” ujar salah seorang petani asal Desa Cipondoh, Hata Susilo, ketika dihubungi, Selasa (17/1/2023).

Hata menyebutkan, petani di desanya banyak yang belum memiliki kartu tani. Padahal mereka sudah didaftarkan oleh pihak Bank Mandiri sebagai salah satu bank yang ditunjuk pemerintah mengeluarkan kartu tersebut.

Sementara, lanjut Hata, petani yang sudah memegang kartu tani tetap kesulitan menebus pupuk bersubsidi kerena kartunya belum aktif.

“Sehingga kartunya tidak bisa digunakan saat menebus pupuk, ” kata Hata.

Dijelaskan juga, proses pembuatan kartu tani yang cukup lama. Padahal penerapan pemakaiannya baru dilakukan tahun ini, sehingga banyak karyu tani yang hilang saat akan digunakan.

“Namanya petani, suka lalai dalam menyimpan berkas. Akhirnya kartu tani yang sudah dimilikinya hilang karena lupa menyimpan,” kata Hata.

Petani yang ingin membuat kartu tani yang baru tidak serta merta dikabulkan pihak bank. Mereka terlebih dahulu harus membuat surat kehilangan dari pihak kepolisian kemudian baru datang ke bank.

“Hal itu juga menjadi persoalan bagi petani, ” katanya.

Atas dasar itu, kata Hata, para petani bakal menggelar aksi unjuk rasa ke Bank Mandiri ketika persoalan kartu taninya belum mendapatkan solusi. “Kalau sampai tidak ada solusinya, petani akan melakukan unjuk rasa ke Bank Mandiri, ” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Nani Dwi Astuti membenarkan, penebusan pupuk bersubsidi harus menggunakan kartu tani.

“Di Karawang yang mengurus kartu tani itu Bank Mandiri, ” katanya.

Namun demikian, ujar Nani, petani seharusnya bisa menebus pupuk secara manual ketika kartunya belum diaktivasi oleh pihak bank. Semetara petani yang belum mendapatkan kartu tani asalkan petani tersebut terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk subsidi, mestinya masih boleh menebus pupuk bersubsidi.(red)

Baca juga