Satgas Citarum Harum Tangani Kualitas Air hingga Tanggul Jebol

Komandan Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 19, Kolonel Kav. R. Ahmad Hudiono, menunjukan badan tanggul yang telah ditinggikan setelah sebelumnya longsor akibat tergerus air sungai

AIR Citarum di wilayah Kecamatan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat tampak tenang mengalir ke hilir. Kendati berwarna coklat, permukaan air tampak bersih tanpa ada sampah yang mengotorinya.

Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi Citarum beberapa tahun silam. Saat musim hujan seperti saat ini, berbagai jenis sampah terlihat mengapung di permukaan sungai yang memisahkan wilayah Kabupaten Karawang dengan Bekasi itu.

Perubahan kondisi sungai tersebut tentunya tidak terjadi begitu saja. Kerja keras para pemangku kebijakan, khususnya Satuan Tugas Citarum Harumlah yang menyulap sungai terkotor di Jabar itu menjadi seperti saat ini.

Puluhan ton sampah dijaring tiap hari sebelum masuk ke Citarum. Walhasil, air Citarum di bagian hilir tidak lagi dipenuhi sampah seperti enam tahun sebelumnya.

“Sedikitnya kami harus mengangkut sampah sebanyak 80 ton dari sejumlah anak sungai dan got yang mengalir ke Citarum. Sampah-sampah itu terjaring filter yang dipasang di mulut anak sungai dan got sebelum sampai ke Citarum,” ujar Komandan Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 19, Kolonel Kav. R. Ahmad Hudiono, di tempat kerjanya, Kamis (27/10/2022).

Dijelaskan Hudiono, saat musim hujan volume sampah bertambah banyak. Sebab, sampah yang bertumpuk di saluran anak sungai dan got deras terbawa aliran air hingga ke lokasi penjaringan.

“Penanganan sampah itu kan harusnya menjadi tanggungjawab Dinas Lingkungan Hidup. Tapi kami ikut terlibat saat sampah itu hendak mengotori sungai,” kata Hudiono.

Apalagi, lanjut dia, kerja sama pihak Satgas dengan DLH Karawang sudah terjalin dengan baik. Selain melakukan pengangkutan sampah, mereka bekerja sama mengedukasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan.

Kebiasaan membuang sampah ke anak sungai, got, dan bantaran kali kini dilarang total. Pihak DLH dan Satgas Citarum Harum membangun bak sampah di sepanjang bantaran Citarum agar warga tidak melempar sampah ke kali.

Dijelaskan, saat ini sudah ada ratus bak sampah di bantaran Citarum sepanjang 85 Km yang menjadi tanggungjawab Dansektor 19. Tiap desa yang dilintasi Citarum sedikitnya sudah dibuatkan bak sampah lima hingga enam titik.

Dengan demikian, tidak ada alasan lagi bagi warga untuk membuang sampah secara sembarangan. “Selain mengotori air sungai, sampah-sampah yang dibuang ke sungai akan menyebabkan pendangkalan dan mempercepat terjadinya bencana banjir,” paparnya.

Dijelaskan juga, permasalahan yang harus ditangani Satga Citarum di wilayah Karawang sangat komplek. Selain menjaga kualitas air, pihaknya juga terlibat secara langsung dalam menangani tanggul yang rawan ambrol.

Baru ini pihak Satgas mengurug badan tanggul yang longsor sepanjang 70 meter di wilayah Kelurahan Tanjungmekar, Karawang Barat. Selain itu, mereka juga aktif membuat biopori yang ditargetkan ada 500 titik pada tahun 2022 ini.

Mesih menurut Hudiono, penanganan sampah hanya sebagai kecil tugas Satgas Citarum Harum. Tugas besarnya adalah mengendalikan limbah pabrik agar tidak mencemari air sungai.

“Setiap hari kami melakukan patroli di sepanjang aliran sungai Citarum, terutama yang melintasi kawasan pabrik. Alhamdulillah saat ini tidak terdengar lagi air Citarum bau busuk atau berwarna hitam akibat limbah,” katanya.

Komitmen dari pihak pabrik untuk tidak mencemari Citarum pun terus dipantau. Melalui pendekatan persuasif ternyata banyak pengelola pabrik yang sadar terhadap pentingnya menjaga kelestarian kali, khususnya Sungai Citarum.(red)

Baca juga