Pengusaha Travel Haji dan Umrah Berharap Kuota Haji Indonesia Bertambah 50 Persen

KARAWANG-Pengusaha travel haji dan umrah berharap pemerintah melobi Arab Saudi agar kuota haji Indonesia ditambah.

Ketua Umum Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersatu) berharap kuota haji di Karawang menjadi 50 persen dari kuota per tahun 200 ribu jemaah saat kondisi normal.

“Kami harapkan 50 persen. Sebab, Indonesia memiliki kekhususan sendiri. Indonesia adalah negara dengan muslim terbanyak di dunia dan animo masyarakat dalam menjalankan ibadah haji itu sangat tinggi,” ucap Wawan.

Selain kuota haji, Wawan berharap pemerintah juga melobi soal batasan usia jemaah haji. Di mana tahun ini batas usia jemaah haji 65 tahun oleh pemerintah Arab Saudi. Menurutnya, hal ini juga berdampak pada jumlah kuota haji international.

“Setidaknya untuk meningkatkan batas maksimal usia keberangkatan haji. Karena mayoritas usia jemaah haji di Indonesia lebih lebih banyak berusia di atas 65 tahun,” tambahnya.

Dua isu itu menjadi topik utama dalam munsyawarah nasional (Munas) Bersatu di Karawang, Selasa (19/4/2022) ini.

Disamping itu, Bersatu juga mengapresiasi dihapusnya karantina bagi jemaah umrah. Hal ini memberikan efek positif berkurangnya biaya umrah dan peminatnya pun bertambah.

“Dengan dihapusnya karantina kami mendapatkan angin segar bahwa penyelanggaraan umrah sudah berangsur normal,” ucapnya.

Biaya haji setelah karantina dihapus turun menjadi Rp 23 sampai 25 juta. Dari sebelumnya sejak Januari 2022 sekitar Rp 27 juta sampai 35 juta. Selain harga, dihapusnya karantina baik di Indonesia dan Arab Saudi menjadi lama waktu umroh berkurang.

“Dulu paket min 12 hari, sekarang sudah bisa 9 hari saja,” ucapnya.

Sejalan dengan turunnya harga, peminat umrah pun meningkat. Berdasarkan riser Bersatu, peminat umrah meningkat 30 sampai 40 persen.

“Tentu ini melihat daru kemampuan daya beli masyarakat. Pandemi menurunkan daya beli masyarakat,” ungkapnya.(red)

Baca juga